Padang Panjang, Sumaterapost.co – Bantuan Kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia berupa satu ekor sapi qurban, yang berasal dari Peternakan Sapi lokal, Budi Andrianto, warga Kecamatan Padang Panjang Timur diserahkan Walikota Padang Panjang, Hendri Arnis, BSBA ke Masjid Muhammad Noer, Kelurahan Tanah Hitam, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kamis (28/5/2026).
Sapi Bantuan Kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia tersebut berusia lebih dari empat tahun serta memiliki bobot hampir mencapai satu ton dan telah dirawat selama lebih kurang 18 bulan, sebelum akhirnya terpilih menjadi hewan qurban bantuan Presiden untuk masyarakat Kota Padang Panjang.
Dalam penyampaiannya, Hendri Arnis mengapresiasi dan juga terima kasih kepada Presiden RI atas perhatian yang kembali diberikan kepada masyarakat Padang Panjang melalui bantuan sapi qurban tahun ini.
“Kita berharap bantuan seperti ini terus berlanjut setiap tahun dan bisa disalurkan secara bergiliran ke masjid-masjid lainnya di Padang Panjang,” tuturnya.
Hendri mengatakan, bantuan tersebut tidak hanya menjadi bentuk kepedulian pemerintah pusat kepada masyarakat, tetapi juga memberi semangat bagi peternak lokal, karena sapi yang dipilih berasal dari daerah sendiri.
“Mudah-mudahan daging qurban ini dapat dinikmati dan dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar dan membawa keberkahan pada momentum Idul adha tahun ini,” imbuhnya.
Sementara Budi Andrianto, peternak sapi terpilih mengaku bangga karena sapi yang dirawatnya terpilih menjadi bantuan kemasyarakatan Presiden RI.
“Saya sangat bersyukur sekali, perjuangan dalam merawat sapi ini jadi tidak sia-sia, karena kami melakukan proses perawatan secara intensif agar sapi tetap sehat dan memenuhi standar yang ditetapkan,” pungkasnya.
Penyerahan sapi kurban tersebut disambut antusias oleh masyarakat dan pengurus Masjid Muhammad Noer yang bersiap melaksanakan penyembelihan dan pembagian daging qurban kepada warga sekitar.
Turut hadir dalam penyerahan bantuan tersebut Wakil Walikota Allex Saputra, Ketua Komisi III DPRD Mahdelmi, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Varia Warvis, lurah, serta sejumlah pejabat terkait lainnya. (Kim)




