Nanang Widjaya Gelar Pameran “Welcoming The Year Of Rabbit” di Pop-Up Gallery Plaza Indonesia

Nanang Widjaya sedang memperlihatkan karyanya pada pengunjung pameran (Dok.)

Jakarta – Pelukis asal Jogjakarta Nanang Widjaya menyambut Tahun Baru Imlek 2023 dengan berpameran. Gelaran pameran tunggalnya yang bertajuk : “Welcoming The Year Of Rabbit” ditaja di Pop Up Gallery Plaza Indonesia, Jakarta. Pameran yang dibuka Jumat (20/01/2023) ini akan berlangsung hingga hingga 20 Februari 2023. Dan ada gelaran bincang seni bersama Nanang pada Minggu 22 Januari 2023.

D Safitri A dari Talenta Organizer mengatakan, pelukis Nanang Widjaya yang konsiten berkarya dan suka melukis on the spot ini memamerkan setidaknya 22 karyanya dengan media cat air di atas kanvas. “Karya-karya yang dipamerkan ini merupakan hasil dari “picnic” Nanang di beberapa tempat yang memang dipersiapkan untuk tahun baru Imlek 2023. Lukisan Kelenteng, Guan Yu, Dewa dalam Mitologi Cina, adalah dua dari lukisan yang dipajang dalam pameran dengan tema “Welcoming The Year Of Rabbit”,” uja Safitri.

Ditambahkannya, pelukis Nanang Widjaya kelahiran Jakarta ini memang sudah sangat akrab dengan tema tersebut, karena tumbuh dan besar di daerah Mangga Dua salah satu kawasan “Pecinan” di Jakarta.

“Memamerkan Lukisan-lukisan Mas Nanang di Pop-Up Gallery Talenta adalah sesuatu yang membanggakan bagi kami. Harapannya pameran tunggal yang digelar dalam rangkaian memeriahkan Imlek dan menyambut Tahun Kelinci ini mendapat sambutan dari penikmat seni rupa,” ujar Safitri.

Sementara itu, pengamat seni rupa Yuswantoro Adi dalam pengantarnya mengatakan, helat ini merupakan pameran tunggal Nanang Widjaya yang ketujuhbelas. Pameran “Welcoming The Year of Rabbit” memang dirancang untuk dalam rangka menyambut tahun baru Imlek 2023.

“Nanang ingin pameran ini merupakan langkah awal untuk bangkit lebih berjaya. Baginya angka 1 dan 7; satu adalah awal dan tujuh atau pitu (bahasa Jawa) punya makna pitulungan; pertolongan,” imbuh Yuswantoro Adi.

Lebih lanjut, Yuswantoro membeberkan, Nanag yang lahir di Jakarta 27 Agustus 1970 bershio Anjing. Orangtuanya dari etnis Sunda bertumbuhkembang di kawasan Pecinan Mangga dua. Kemudian berskolah ke Jogjakarta, hidup di Bali, Jakarta dan kemudian menetap di Jogjakarta hingga hari ini. “Sesuai dengan karakter shionya Nanang orangnya setia, jujur, berani dan baik. Meski tidak terlalu pintar berkomunikasi tetapi punya banyak teman karena karakternya yang baik itu. “Beberapa ramalan menyebutkan bahwa shio Anjing di tahun Kelinci Air akan mendapatkan keberuntungan dan kemujuran yang besar, meski berpotensi akan mengalami konflik yang juga besar,” tulis Yuswantoro Adi dalam pengantarnya.

Baca Juga :  Sastrawan Lampung Zabidi Yakub Raih Hadiah Sastra Rancage 2023

Nanang imbuh Yuswantoro pada pameran ini menampilkan setidaknya 22 karya lukisan cat air di atas kanvas yang sebagian besar dikerjakan secara langsung di tempat obyek tersebut alias melukis melukis secara on the spot (OTS)ini di banyak tempat di banyak negara dan sudah bertahun-tahun. “ Heritage –bangunan cagar budaya — adalah obyek kesukaan Nanang dalam lukisannya. Sangat bisa jadi karena masa kecilnya tinggal di kawasan yang memilik banyak bangunan pusaka Selain itu ia juga suka mengabadikan tempat ibadah, apalagi yang memiliki nilai sejarah. Baginya artefak itu punya ruh yang menarik untuk “dipindahkan” di atas kanvas.

Coba nikmati lukisan bagus berjudul “Klenteng Tay Ka Sie” yang penuh dinamika dan tatawarna cemerlang. Ada banyak bagian yang rumit selayaknya motif ragam hias Chinese. Gerakan orang atau kerumunan dilukiskannya begitu luwes dan enak di pandang Serta komposisinya yang mengisi ruang namun tidak terasa sesak. Hal sejenis dapat Anda jumpai pada lukisan “Barongsai”, “Kilin of Temple”, “Goddes of Mercy” dan “Ciamsi”. Masing masing dibuat pada tahun 2022

Kebanyakan lukisan cat air dikerjakan di atas kertas. Nanang sengaja memilih menggunakan kanvas –dengan perlakukan khusus agar bisa menyerap warna sebagaimana kertas– punya dua alasan khusus.

Pertama, apa boleh buat; orang lebih menghargai kanvas karena dianggap lebih awet dibandingkan kertas. Padahal kertas berbahan cotton dengan ketebalan di atas 300 gram punya daya tahan yang setara dengan kanvas.

Kedua, ada semacam “aturan” bahwa tidak boleh menggunakan warna putih dalam melukis cat air. Warna putih di lukisan adalah kertas/kanvas itu sendiri yang tidak diwarnai. Ketika anda menggunakan teknik basah apalagi super basah ada kemungkinan kertas akan sedikit terkelupas. “Dengan menggunakan kanvas, bahkan ketika harus menghapus atau menyedot warna memakai kuas basah kemudian dilap menggunakan lap atau tisu kering, kanvas tetap akan utuh,” tandas Yuswantoro.

Jejak Nanang Widaja di Dunia Seni Rupa

Nanang Widjaya adalah seorang pelukis kelahiran Jakarta 27 Agustus 1970 yang kini memutuskan menetap dan berkarya di Yogyakarta. Medio 1997, Sebuah pameran tunggal dengan media pastel di atas kanvas merupakan awal torehan jejaknya berpameran.Sejak itu, hingga saat ini telah belasan pameran tunggal yang digelar danpuluhan pameran bersama dalam lingkup nasional maupun internasional . Menyelesaikan pendidikan di Sekolah Menengah Seni Rupa Yogyakarta (SMSR).

Baca Juga :  Sastrawan Lampung Zabidi Yakub Raih Hadiah Sastra Rancage 2023

Pameran yang pernah digelar dan diikuti Nanang Widjaya baik tunggal maupun bersama antara lain;

Pameran Tunggal:

1997. Pameran Lukisan Tunggal l di Brayut Gallery Ubud Bali.

1998. Pameran Lukisan Tunggal II di Ngurah Gallery Ubud Bali.

1999. Pameran Lukisan Tunggal III di Hore Hore Café & Galleri Ampera Raya Jak-Selatan.

2001. Pameran Lukisan Tunggal IV di D Gallery Jakarta Selatan.

2001. Pameran Tunggal ke V di Indo Steak Restourant Menara Mulia Jakarta.

2001. Pameran Lukisan Tunggal ke VI di Gallery 678 Kemang JakartaSelatan.

2002. Pameran Lukisan Tunggal Ke VII di D Gallery Jakarta Selatan.

2009. Pameran Lukisan Tunggal Ke VIlI di D Gallery Jakarta Selatan.

2018. Pameran Lukisan Tunggal Ke IX di KOI Kemang Jakarta Selatan.

2019. Pameran Lukisan Tunggal Ke X di Tembi Rumah Budaya Yogyakarta.

2020. Pameran Tunggal ke XI Sketch Exhibion Heritage di Tandhok Art space

2021. pameran Tunggal XII On Line@studio NW jogjakarta.

2022. Pameran Tunggal XIIISong OF Reality by Nanang Widjaya @NW Art space Jogjakarta.

2022. Pameran Tunggal XIIII Water Color is Beautiful@Top Up Gallery By Talenta Organizer@Plaza

Indonesia Jakarta Pusat.

Pameran Bersama :

2015. Pameran lukisan bersama ART IN BLUE di Gallery 678 kemang Jakarta Selatan.

2017. pameran lukisan kelompok Legenda 87 di Gallery SMSR Jogjakarta

2017. Pameran Lukisan Cat Air Komunitas Pelukis Cat Air di @home Hotel Yogyakarta.

2017. Seni Lukis Colour full Indonesia Di Gallery Hadiprana Yogyakarta.

2017. pameran Sketsa Bersama di studio KALAHAN Herri Dono Jogjakarta.

2018. Pameran Lukisan Hatyai Internaonal Arst Art Champ, Di Hatyai Thailand.

2018. Exhibition Lintas indonesia-Malaysia Nanang Widjaya and Simon Tan in Sakaye kuta Bali Indonesia

by zen1 gallery group.

2018. Pameran Lukisan Water Colour di Incheon Korea.

2018. Pameran Lukisan Kangen Jogja Tembi Rumah Budaya Yogyakarta.

Baca Juga :  Sastrawan Lampung Zabidi Yakub Raih Hadiah Sastra Rancage 2023

2018. Pameran Nasional Lukisan Cat Air, Kolcai Di Balai Soedjatmiko Solo.

2018. Pameran Lukisan Bersama Di Gallery Hadiprana,Menteng Jakarta Selatan.

2019.Internaonal Exhibion ART CONNECT di Alor setar Malaysia..

2019.pameran lukisan Cat Air JUBILE at Nyana Tilem Gallery Ubud Bali.

2019.Exhibition painting Water color international IWS group @URBINO ITALI.

2019 pameran Bersama Lukisan Cat Air di balai Budaya Jakarta..

2019. Exhibition Painting Charity International@ Shongkla Thailand.

2019. pameran Lukisan bersama di Syang Gallery Magelang.

2019. pameran lukisan Bersama dlm rangka 80 Tahun OHD di pendhapa Art space jogjakarta.

2020. Pameran Lukisan Bersama UUK DIY di Gedung Perpustakaan DIY.

2020. Pameran Lukisan Bersama HUT 61 Tahun Sanggar Bambu (Nyawiji).

2020. Kampung Semar Fine Art Exhibion ON The spot di kampung semar gallery magelang.

2020. Internaonal Exhibion D’ AQUA ALBI FRANCE ART ET SANTI.at Gallery Espana PRANCIS.

2020. Pameran Lukisan WOTERED bersama lkatan Alumni Seni Rupa Yogyakarta IKASSRI di SMSR

Yogyakarta.

2021. ART INTERNATIONAL EXHIBITION In BREBES.in Rest Area 260 Brebes jawa tengah.

2021. Rotari Internaonal online Exhibion painng in Maurius island.

2021. The Art Without Borders’2021 internaonal Art Exchange Exhibion painng in Tainan City Taiwan.

2021. Pameran Lukisan MIRACULOOS TRUST bersama pelukis surabaya di Surabaya Suites Hotel.

2021. Pameran Lukisan Sugeng Kondur di SMSR Yogyakarta.

2021. Pameran Lukisan Bersama OBAH OWAH di Pendhapa Art Space.

2021. Pameran Lukisan Bersama Dasa Warna Expresi Cat Air 2021 di Taman Budaya Yogyakarta

2022. Pameran Lukisan Bersama Jenggelek Tangi Melek di Jawa Pos Radar Mojokerto

2022. Pameran Lukisan Bersama Dalam Beda Berbeda Dalam Sama di kampus UIN Sunan Kalijaga

Jogjakarta

2022. pameran Lukisan Bersama Reunion Pendhapa Kang Tejo di TVRI jogjakarta.

2022. International Exhibition Water color Fremantle 2022 at WESTERN AUSTRALIA.2022

2022. International 3 rd Cultural and Art Exchange Exhibition in TAIWAN is in HUALIEN

2022. Exhibition painting Heroik @pop up Gallery by Talenta.Organeizer in Plaza Indonesia Jakart.

2022. pameran Seni Rupa Titik Balik di Limanjawi borobudur Magelang2022.pameran seni Rupa Gugur

gunug di museum Living kota Gede jogjakarta

(Christian Saputro)