Ngobrol Gayeng Seni Rupa Bersama Masdibyo di Monod Dieephuis Semarang

Masdibyo ( Foto: Dok.)

Semarang – Pelukis terkemuka asal Tuban Masdibyo dipastikan bakal membuka helat pameran tunggal pelukis Yoyok Barokalloh bertajuk; “Moving” yang digelar di Gedung Monod Deiphuis, Jalan Kepodang, Kota Lama, Semarang, Senin, 8 Agustus 2022 Pukul 17.00 WIB.

Selain itu pelukis kelahiran Pacitan, Jawa Timur, 7 September 1962 yang pernah bermukim di Kota Semarang ini juga akan tampil sebagai naras sumber dalam gelaran sarasehan seni rupa yang bakal ditaja Senin, 8 Agustus 2022 mulai Pukul 18.30 hingga selesai.

Sarasehan lebih tepatnya ngobrol gayeng bersama Masdibyo ini yang akan dipandu Christian Saputro ini bakal membincangkan jagad seni rupa.Pelukis yang mengugemi gaya ekspresionis ini ketika dikonfirmasi tentang tema yang bakal dibedah menegaskan tak ingin perbincangannya dibatasi.

“Aku tak mau dibatasi dengan tema. Biar komunikasinya menarik. Karena persoalan di dunia seni lukis (seni rupa) sangat banyak dan masing-masing memiliki kendala yang berbeda,” jejal pelukis yang menyandang nama Joko Sudibyo ini.

Pelukis yang karib disapa Masdibyo yang sudah puluhan kali berpameran tunggal dan pameran bersama baik di dalam maupun di luar negeri ini bakal berbagi pengalamannya dalam berkiprah di jagad seni rupa. Pelukis yang kiprahnya terekam dalam buku Buku berjudul “Masdibyo Pelukis Perasaan” karya Henri Nurcahyo ini bakal membeberkan proses kreatif, etos kerja pelukis, pemasaran, jejaring hingga persoalan seni rupa terkini.

“Seorang seniman harus menguasai pemasaran sehingga bisa berkarier dan berkarya secara mandiri tanpa tergantung kepada siapapun, termasuk Kurator,” ujar pelukis yang sedang mempersiapkan pameran tunggalnya yang ke-66 di Bakri Tower, Jakarta.

Pelukis terpilih mewakili Pameran ASEAN di Bratislava Slovakia alumni Jurusan Seni Rupa IKIP Negeri Surabaya –kini Unesa — mengaku tidak pernah lelah untuk terus berkarya. Pasalnya, pelukis yang punya Galeri di Tuban dan Pulau Jeju di Korea Selatan ini meyakini bahwa tidak ada karya seni yang basi.

Finalis Kompetisi Indofood Art Awarg ini memang dikenal pelukis yang gigih dalam berproses dan berkarya sejak semasa mahasiswa. Masdibyo selalu menunjukan keseriusannya dalam berkarya serta percaya diri sehingga kini eksis di dunia seni rupa.

Bincang Gayeng Seni Rupa Bersama Masdibyo finalis kompetisi Phiip Morris Award 2003 ini dihelat dalam rangkaian memarakkan pameran tunggal “Moving” karya Yoyok Barokalloh yang akan berlangsung dari 8 – 23 Agustus 2022 ini didukung Kelompok 5 Rupa Semarang. (Christian Saputro)