Polres Bogor Kota Terapkan Lima Pola Pencegahan, Ganjil Genap Bila Terjadi Kepadatan

Sumaterapost.co | Bogor – Polres Bogor Kota akan melakukan dua metode untuk cegah penyebaran Covid-19. Tim gabungan akan diterjunkan untuk memantau kerumunan. Petugas akan melakukan penetapan program ganjil genap bila terjadi peningkatan kepadatan kendaraan.

“Petugas akan melakukan dua metode setelah dilakukan evaluasi terakhir terjadi lonjakan kendaraan yang masuk dan melintas di Kota Bogor,” kata Kapolres Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro, Jum’at, (14/1/2022).

Susatyo menjelaskan akhir akhir ini dalam dua Minggu terakhir terjadi kepadatan lalu lintas. Kedatangan wisatawan terjadi lonjakan dan terdapat kepadatan kendaraan di sentra-sentra yang berpotensi terjadi kerumunan.

Baca Juga :  Dua Pekan Terjadi Penurunan, Kunjungan Wisatawan Ke Kota Bogor Berkurang 3000 Kendaraan

Oleh karena itu tegas Susatyo, pihaknya akan melakukan tindakan dan kembali mengingatkan masyarakat agar tetap menjalani protokol kesehatan disetiap keluar rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Masyarakat diminta tetap melaksanakan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas dengan menggunakan kendaraan yang tidak penting,” ungkap Susatyo.

Menurut Susatyo pihaknya telah menyiapkan lima pola untuk mengurangi kerumunan yang terjadi di kota Bogor. Efektifnya daerah yang ramai dan memungkinkan berpotensi terjadi kerumunan dan petugas akan melakukan pencegahan.

Baca Juga :  Polres Bogor Bongkar Jaringan Narkotika 9 Kasus 10 Tersangka

“Ada enam titik lokasi yang ditentukan. Namun ada lima pola yang akan diterapkan disesuai dengan dinamika di lapangan. Kita liat di lapangan. Kalau kemaren kepadatan terjagi pada pukul 11:00 Wib siang hari hingga pukul 13:00 siang,” kata Susatyo.

Namun demikian tegas Kapolres, pihaknya tetap memikirkan perekonomian masyarakat hanya saja kerumunan tidak boleh terjadi. Langkah yang dilakukan bukan penyekatan, termasuk mengevakuasi pintu tol dan lainnya. Namun demikian akan disesuaikan perkembangan dilapangan disesuaikan dengan level di kota Bogor.

Baca Juga :  Bermodal Uang Rp 3.000, Buruh Harian Cabuli Anak Dibawah Umur

“Ingat ya ini bukan membatasi total dan bukan pula penyekatan. Tetapi ini merupakan penerapan penyeleksi dalam pelaksanaan ganjil genap. Bila terlihat ramai, maka petugas akan melakukan program ganjil genap,” tegas Susatyo. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here