Proyek Pemeliharaan Jalan Tanjung Raja Tambangan Rambang, Diduga Siluman Tanpa Keterangan “Seram”

Sumaterapost.co, Ogan Ilir – Adanya proyek perbaikan jalan berupa pengecoran di sepanjang jalan dekat kolam renang Raflesia Tanjung Raja Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir-Sumsel yang telah berjalan selama satu bulan terakhir mulai dikeluhkan warga. Tak hanya keluhan debu beterbangan yang mengganggu penglihatan saat berkendara dan sering terjadi kemacetan panjang karena dikerjakan dengan santai. Serta ditambah membuat kami selaku warga setempat pun menjadi merasa penasaran lantaran tidak adanya papan nama (Siluman) proyek yang terpasang di sepanjang jalan. Pasalnya, sempat berhembus kabar jalan yang rusak tersebut diperbaiki oleh PT. DPL yang merusak jalan.

 

Dari hasil pemantauan di lapangan, memang tidak terlihat papan nama proyek. Berdasarkan informasi dari warga sekitar lokasi memang sejak awal proyek hingga kini papan informasi tidak pernah dipasangkan oleh pihak kontraktor. Selain itu beberapa warga yang melintas di jalan tersebut mengaku sangat terganggu dengan debu yang beterbangan dan ingin tahu kondisi seperti ini akan berakhir berbarengan dengan berakhirnya proyek.

Baca Juga :  E-Warong Tanjung Pinang 1 Diduga Salurkan Paket Sembako Tak Sesuai Struk Diambil & Dirobet

 

“Ya kami masyarakat tentu sangat senang jalan ini diperbaiki. Tapi yang jadi pertanyaan kami, apa ini proyek perbaikan kebijakan dari PT. DP yang aktivitasnya merusak jalan beberapa waktu lalu. Atau proyek jalan ini milik Kabupaten Ogan Ilir apa Provinsi. Kami penasaran dan ingin tahu mengenai anggarannya dan pengerjaannya ini sampai berapa lama. Tentu kami sebagai masyarakat sangat menyayangkan pihak kontraktor yang terkesan menutupi proyek ini dan menyepelekan pentingnya keterbukaan informasi publik (ini sama saja disebut proyek Hantu/Siluman”Oo Seramm”)”, ungkap pria bermotor yang melintas di jalan tersebut, Senin (15/11) siang.

Sementara itu, menurut keterangan salah satu pegawai di PT DPL mengatakan bahwa jalan ini bukan dari pihak mereka. Namun sepertinya milik Provinsi, katanya singkat sembari berlalu.

 

Dihubungi terpisah, Kabid Jalan Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel, Adrifan yang diketahui sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) saat dikonfirmasi via sambungan selulernya mengatakan, proyek ini telah dilelangkan di LPSE Sumsel, paket Th. 2021 dengan nama proyek pemeliharaan berkala jalan Tanjung Raja hingga Tambangan Rambang Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Baca Juga :  Paket Lengkap, Pj Bupati Apriyadi dan Forkopimda Dengarkan Pidato Presiden

 

“Jadi dari hasil laporan yang kami terima, saat ini proyek pemeliharaan jalan ini memang sudah berjalan dan baru mencapai 20 %. Dan benar untuk jalan dekat kolam tersebut memang dilakukan pengecoran setinggi 30 cm sepanjang 300 meteran. Dan untuk provinsi memang segitu tingginya. Untuk detailnya, dana pengecoran tersebut kami harus melihat RAB nya terlebih dahulu karena ada di sana semuanya “, ungkapnya via telepon seperti berdalih tak tau berapa anggaran cor beton tersebut, Senin (15/11) petang tadi.

 

Lebih lanjut dikatakannya via telepon, terkait tidak adanya papan nama proyek memang tidak kami bayarkan, boleh dibilang nol %. Meskipun demikian, kami telah meminta kepada kontraktor agar papan nama proyek dipasangkan di area lokasi proyek yang tengah berlangsung ini.

Baca Juga :  Terkuak, Komoditas Paket Sembako Agen E-Warong Siti Fatimah Zuhro Nominalnya Kurang 

 

“Sebenarnya kan informasi ini bisa dilihat di LPSE Sumsel 2021. Tapi untuk keterbukaan informasi publik, kami telah memerintahkan agar kontraktor membuat papan nama proyek dan memasangnya di sana. Nanti akan kami perintahkan lagi agar dipasangkan biar jelas dan tidak terjadi kesimpangsiuran berita seperti yang disebutkan warga”, ujarnya.

 

Masih katanya, untuk proyek pemeliharaan berkala jalan Tanjung Raja hingga Tambangan Rambang ini bersumber dari dana APBD Provinsi Sumsel dengan pagu anggaran 7,5 miliar.

“Jadi pengecoran itu termasuk bagian dari proyek pemeliharaan yang saya sebutkan tadi. Dan proyek pengaspalannya harus selesai hingga akhir Desember ini. Apabila mereka tidak dapat menyelesaikan dalam waktu tersebut, maka mereka akan kena denda”, pungkasnya. (F’R)