Sikapi Penyimpangan Akidah, Muspika Pante Bidari Laksanakan Musyawarah

Sumaterapost.co | Aceh – Menanggapi keresahan dan laporan masyarakat, terhadap adanya penyimpangan akidah yang diduga dilakukan oknum JJ. Muspika Pante Bidari menggelar rapat musyarawah di Aula Kantor Camat, Selasa (10/05).

Dari musyawarah tersebut menghasilkan beberapa keputusan sementara. Selanjutnya masalah tersebut akan di serahkan kepada MPU Kabupaten Aceh Timur.

Untuk diketahui sejumlah masyarakat di Desa Buket Kareung Kecamatan Pante Bidari selama ini resah atas kehadiran JJ yang diduga mempunyai pemahaman aqidah agama dan menyimpang dari ahlusunah waljamaah.

Menurut beberapa warga yang beraksi bahwa perilaku dan pemahaman JJ telah menyimpang dari aqidah agama, sehingga kehadiran nya meresahkan masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Aceh Utara Panen Perdana Sawit Program PSR •4.975 Ha Butuh Peremajaan

Dalam musyawarah tersebut yang turut dihadiri anggota MPU Kecamatan dan KUA Kecamatan Bidari turut menghadirkan JJ untuk di minta klarifikasi atas kesaksian warga.

Setelah mendengarkan beberapa saksi dan klarifikasi JJ, Muspika yang terdiri dari Camat Pante Bidari, Kapolsek, Danramil, KUA, MPU dan tokoh agama mengambil keputusan sementara diantaranya :

1. Setelah mendengarkan dari beberapa orang saksi, maka kami (Muspika, MPU dan Tokoh Agama) berkesimpulan bahwa Sdra. JJ diduga ada melakukan penyimpangan – penyimpangan yang menyangkut Aqidah Keagamaan.

Baca Juga :  Sekda Kota Langsa Buka Acara Rindu Baitullah

2. Untuk sementara waktu kami harapkan kepada JJ beserta rekan – rekannya untuk menghentikan Kegiatan-kegiatan yang menyangkut dengan hal-hal yang meresahkan masyarakat.

3. Untuk sementara waktu kami harapkan kepada JJ agar tidak lagi berdomisili di Desa Buket Kareung dan sekitarnya demi menjaga kemaslahatan umat dan untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.

Camat Pante Bidari M.Jamil, kepada media ini membenarkan bahwa pihak Muspika beberapa hari lalu telah menerima laporan dari masyarakat tentang adanya penyimpangan akidah di Desa Buket Kureung.

Baca Juga :  Dalam Rangka Bhayangkara Ke-76, Polres Aceh Timur Serahkan 2 Unit Rumah Untuk Kaum Dhuafa

“Untuk menghindari hal hal yang tak di inginkan, kami Muspika bergerak cepat untuk mengantisipasi nya, maka kita segera menggelar musyawarah yang melibatkan MPU, tokoh agama dan KUA,” sebutnya.

Dalam pertemuan itu turut di hadiri puluhan masyarakat Desa Buket Kareung dan telah ada keputusan sementara.

“Selanjutnya kita menyerahkan ke MPU Kabupaten untuk menilai dan mengeluarkan fatwa apakah ada peyimpangan atau tidak,” kata M.Jamil.

(Raz)