Sumaterapost.co, TANGGAMUS (02/05/2026) – Tantangan besar masih membayangi dunia pendidikan anak usia dini di Kabupaten Tanggamus. Diketahui, terdapat ratusan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah tersebut yang hingga kini belum mengantongi gelar sarjana (S1). Menanggapi kondisi ini, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tanggamus menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dan menjadi solusi bagi peningkatan kualifikasi akademik para pendidik tersebut.
Ketua STIT Tanggamus, Dini Pepilina, M.Pd., M.M., menegaskan bahwa kualifikasi akademik bagi guru PAUD merupakan pondasi krusial dalam membentuk karakter anak pada masa golden age. Sesuai amanat undang-undang, tenaga pendidik diwajibkan memiliki kualifikasi sarjana agar standar mutu pendidikan nasional dapat tercapai secara merata.
Ibu Dini Pepilina menyampaikan bahwa institusi yang dipimpinnya telah menyiapkan skema khusus untuk menyambut kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Dinas Pendidikan, serta organisasi profesi seperti IGTKI dan HIMPAUDI.
“Kami menyadari bahwa peningkatan mutu pendidikan di Tanggamus harus dimulai dari peningkatan kompetensi gurunya. STIT Tanggamus hadir sebagai mitra strategis untuk membantu para guru PAUD menempuh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan tugas mengajar mereka,” ujar Dini Pepilina.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Ibu Dini menjelaskan beberapa program unggulan yang dapat dimanfaatkan oleh para guru, di antaranya:
1. Pemberian subsidi atau beasiswa khusus bagi pejuang pendidikan di tingkat desa agar kendala biaya tidak lagi menjadi penghalang.
2. Jadwal yang dirancang khusus agar tidak berbenturan dengan jam mengajar di sekolah.
3. Kurikulum yang membekali guru dengan kemampuan teknologi agar mampu menciptakan suasana kelas yang interaktif.
Menurut Dini Pepilina, kolaborasi ini bukan sekadar mengejar gelar secara administratif, melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia di Tanggamus.
“Jika kita bersinergi, target agar seluruh guru PAUD di Tanggamus tersertifikasi sarjana dalam waktu dekat sangat mungkin tercapai. Kami siap memfasilitasi para guru agar mereka lebih berdaya dan kompeten,” pungkasnya.
Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan para pendidik di Bumi Begawi Jejama mendapatkan motivasi tambahan untuk terus meningkatkan kapasitas diri demi mencetak generasi emas yang unggul. (Syarif)




