Tragis, Seorang Pria di Binjai Tewas Tersengat Listrik Saat Mencari Ikan

Sumaterapost.co – Binjai | Peristiwa tragis dialami seorang pria di Kota Binjai, Sumatera Utara. Dia ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dalam sungai tepat di belakang rumahnya, Minggu, (12/12/2021) siang.

Diduga korban meninggal akibat tersengat listrik saat mencari ikan menggunakan strum kabel, yang tersambung langsung ke jaringan listrik bertegangan tinggi di rumahnya.

Kapolres Binjai, AKBP Ferio Sano Ginting, saat dikonfirmasi wartawan melalui Kasi Humas, Iptu Junaidi, via sambungan telepon seluler, Selasa, (14/12/2021) pagi, membenarkan peristiwa itu.

Baca Juga :  Bakti Sosial Polres Simalungun Bagi Bansos Dan Bersihkan Tempat Ibadah

Menurutnya, korban tewas tersengat listrik teridentifikasi bernama Umar (43), warga Jalan Letjen Djamin Ginting, Lingkungan VI, Kelurahan Rambung Barat, Kecamatan Binjai Selatan.

“Kejadiannya itu hari Minggu siang, pukul 12. 00 WIB. Namun sore harinya jenazah korban langsung dikebumikan di Pemakaman Keluarga Jalan Seilepan, Kelurahan Pujidadi, Kecamatan Binjai Selatan,” ungkap Junaidi.

Menurut mantan Kanit Binmas Polsek Biniai Selatan tersebut, jenazah korban ditemukan pertama kali oleh sang istri, Laila Mardiah (35).

Baca Juga :  Ketua DPD PAN Sergai Bangkitkan Gelora Kader Komitmen Besarkan Partai PAN

Saat ditemukan, tubuh ayah dua anak yang tengah menunggu kelahiran anak ketiganya tersebut sudah dalam kondisi terapung tidak sadarkan diri di aliran Sungai Bangkatan, yang terletak tepat di belakang rumah mereka.

“Istri korban memang sudah tahu suaminya itu menyetrum ikan di sungai belakang rumah mereka. Namun dia tidak menyangka hal itu justru membuat korban meninggal,” jelas Junaidi.

Menyadari sang suami sudah tidak sadarkan diri, istri korban kemidian menyuruh anaknya mencabut colokan kabel listrik yang langsung tersambung menuju aliran sungai.

Baca Juga :  Siap Dicalonkan Ketua PW NU Sumut, DR Saritua Harahap : Siap Membawa Perubahan

Segera setelah itu, istri korban bersama beberapa kerabat dan para tetangganya, langsung mengevakuasi tubuh korban dari dalam sungai dan membawanya menuju RSUD Dr RM Djoelham menggunakan becak bermotor.

“Namun malang, setibanya di rumah sakit, tim medis justru menyatakan korban sudah meninggal dunia. Sehingga oleh pihak keluarga, jenazahnya kembali dibawa pulang untuk disemayamkan,” ujar Junaidi. (andi)