Warga Geram Siring Ambruk Belum Diperbaiki Pemdes Ds.T Miring, Anggota BPD Buka Suara

Ogan Ilir – Siring di Desa Tanjung Miring Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten Ogan Ilir yang ambruk beberapa waktu lalu hingga kini belum jua diperbaiki oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjung Miring. Warga setempat masih tak percaya atas ambruknya siring di desanya tersebut lantaran masih anyar alias baru selesai dibangun.

Menurut salah satu warga Desa Tanjung Miring berinisial NO melalui chat WhatsApp mengatakan bahwa usai ditinjau Camat Rambang Kuang tempo hari hingga kini siring ambruk tersebut masih dalam kondisi rusak dan belum ada penanganan apapun dari pihak-pihak terkait.

“Kemarin memang Camat sudah datang meninjau ke lokasi ambruknya siring dan beliau telah melihat langsung bagaimana kondisi siring tersebut. Tapi kenapa sampai detik ini belum juga ada perbaikan”, terangnya via WA, Rabu (22/9).

Lebih lanjut dijelaskannya melalui chat WA nya tersebut, sempat dirinya menunjukkan isi chatnya melalui salah satu anggota BPD Tanjung Miring. Di dalam percakapan WA itu, Anggota BPD itu menceritakan perihal adanya rencana pihak Pemdes untuk menggunakan dana Covid 19 dalam menangani perbaikan siring kepada dirinya.

Baca Juga :  Bendahara dan Kades Membantah Keras Semua Tuduhan Ketua BPD Kota Daro 1 "Itu Fitnah"

Berdasarkan isi percakapan tersebut, diketahui informasi akan adanya perbaikan siring ambruk itu yang didapat dari Ketua BPD Tanjung Miring melalui chat WhatsAppnya menjelaskan bahwa untuk sumber dananya, akan dikonsultasikan dengan pihak Kecamatan.

“Seandainya bisa diperbaiki dengan menggunakan dana Covid-19, akan dilakukan karena dana covid itu masih memiliki sisa. Namun seandainya tidak bisa, maka kita akan menggunakan Dana Desa. Dan untuk itu, kita harus merubah RKPDES”, terang Ketua BPD yang tidak lain sepupunya sang Kades via WA.

Mendapat informasi tersebut, warga setempat berinisial N mewakili masyarakat lainnya ingin mempertanyakan perihal dana perbaikan siring ambruk tersebut yang katanya akan kembali menggunakan DD.

Sebagai warga, dirinya berharap agar perbaikan siring ambruk tersebut memakai dana lain saja. Pembangunannya kemarin itu sudah banyak menghabiskan DD ratusan juta, yang hasilnya mengecewakan, baru selesai tapi langsung hancur.

Baca Juga :  " Kapolda Sulsel Buka Taklimat Awal Audit Kinerja Tahap II Itwasda Polda Sulsel "

“Jangan lagi menggunakan uang rakyat (dana desa) apalagi dana Covid-19 untuk perbaikan siring demi menutupi kesalahan ini. Seharusnya itu pihak yang berwajib ikut turun tangan dan memeriksa kenapa hal ini bisa terjadi. Kan aneh, baru beberapa hari dibangun, itu siring sudah roboh. Mohon dikroscek kepada oleh pihak, Inspektorat, Kajari, Kapolres, DPRD OI serta pihak Pemkab, penyebab ambruknya siring itu disebabkan oleh alam atau memang bangunannya yang tidak sesuai spesifikasi (dikerjakan asal jadi)”, jelasnya via WA.

Sementara itu, Ketua BPD Tanjung Miring Rian saat dikonfirmasi hari ini via chat WhatsApp nya mengatakan, pihak desa sudah melakukan rapat yang dihadiri BPD, Kasi PMD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Pendamping Desa. Pemerintah Desa siap untuk memperbaikinya, katanya singkat via WA kepada media ini.

Sedangkan menurut salah satu anggota BPD, rapat yang digelar Ketua BPD tersebut hanya diikuti oleh Sekretaris dan Bendahara saja sedangkan sisa (6) anggota BPD lainnya tidak ikut rapat.

Baca Juga :  Bendahara dan Kades Membantah Keras Semua Tuduhan Ketua BPD Kota Daro 1 "Itu Fitnah"

Melalui WA ia menjelaskan, terkait perbaikan siring memang belum dilakukan, rencana Pemdes katanya akan rapat untuk anggaran dana perbaikan. Informasinya, Pemdes dengan pihak Kecamatan akan merubah rencana anggaran biaya (RAB) Siring tersebut. “Kalau benar mereka mau merubah RAB seperti itu, artinya ada korupsi berjamaah di sana. Kami akan angkat bicara bila menyangkut perubahan anggaran”, ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, apabila mereka melakukan perubahan RAB itu, yang jelas kami selaku anggota BPD akan buka suara. Saya yakin masyarakat pun akan berontak karena masyarakat zaman sekarang sudah cerdas. “Masyarakat kan sudah cerdas dan pembangunan itu sudah bersifat publik. Apabila RAB dirubah, masyarakat akan berontak dan kami BPD akan ikut angkat bicara”, jelasnya via WA. (F’R)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here