Waw! E-Warung Di Rantau Alai Ini KPM Cairkan Sembako BPNT Bisa Ditukar Pembalut, Pokoknya Bebas

Sumaterapost.co | Ogan Ilir – Penyaluran Bansos sembako dari program BPNT melalui Agen Elektronik warung gotong royong (E-Warung) masih menimbulkan polemik di masyarakat dan di para Agen E-Warung yang rata-rata cara penyalurannya banyak menyimpang dari aturan.

 

 

Kali ini terjadi di beberapa E-Warung yang tersebar di Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir-Sumsel yang diduga kangkangi aturan yang tertuang dalam Pedum terkait penyaluran sembako. satu salah Agen E-Warung membebaskan KPMnya untuk memilih hingga pembalutpun bisa, pokonya semuanya bebas hingga uang tunaipun bisa “bebas”.

 

 

Dari hasil pemantauan di lapangan, ditemukan tiga Agen E-Warung yang tata cara pelayanan saat penyalurannya BPNT tidak sesuai dengan aturan pedum yang di terima para KPM nya masing-masing.

 

 

Bahkan salah satu Agen E-Warung yang berlokasi di desa Rantau Alai Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir, diduga lakukan penyaluran bansos sembako (BPNT) tak sesuai pedoman umum (Pedum).

Baca Juga :  Turunkan 164 Kontingen, Lukman Ajis: Berikan Performa Terbaik, Siap Genggam Kemenangan

 

 

Diakui Chandra, selaku pemilik E Warung Talitha yang ditemui di lokasi mengatakan, di sini KPM dibebaskan memilih apa saja, boleh dicairkan dalam bentuk uang tunai maupun belanja keperluan rumahtangga sesuai keinginan KPM.

 

 

“Di tempat kami ini bebas, bahkan secara kasarnya untuk belanja pembalut kewanitaan pun bebas, yang penting jumlah belanjaan mereka (red-KPM) sesuai dengan nominal uang saat transaksi,”ungkap Candra dengan nada sombongnya kepada media ini di warungnya, Jum’at, (12/8).

 

 

Lebih lanjut dikatakan Chandra, boleh kalian kelilingi dan ditanyakan langsung ke warga apabila yang ia sampaikan ini tidaklah sesuai kenyataan, hampir ke semua E-Warung di Kecamatan.

 

 

Saat disinggung mengenai jumlah KPM yang bertransaksi di E-Warung nya, Chandra mengatakan, untuk masalah itu kami tidak pernah menghitungnya, itu urusan Pendamping Desa, tanyakan saja ke sana.

 

 

“Pokoknya, tiap KPM yang datang ke kami, ya kami gesekkan KKS nya. Tidak pernah ngitung jumlah orangnya, banyak kerjaan lain dan itu urusan Pendamping Desa,”ujarnya dengan dana sombongnya.

Baca Juga :  Pj Bupati Apriyadi : Ayo Ramaikan Hut Muba Ke 66, Selamat Bertanding dan Jaga Sportivitas 

 

 

Menurut salah satu KPM (67) dari desa Kertabayang saat diwawancarai di kediamannya mengaku bahwa ia sudah melakukan transaksi penyaluran program sembako dengan cara tarik tunai langsung di Agen E-Warong Talitha/Can.

 

 

“Kalau saya tidak ambil sembako tapi duit Rp 400 ribu, dipotong biaya adminnya itu cuma Rp 10 ribu. Duit itu untuk ngasih cucuku yang Bapaknya lah ninggal,”ujar nenek 67 tahun.

 

 

Sementara, KPM yang kerap bertransaksi di E-Warung Rhaizah mengaku, sembako yang disalurkan katanya 2 bulan Rp 400 ribu. Yang kami terima berupa beras 3 karung (@10kg per karung) dan 4kg telur. Kira-kira hitung saja jumlah nominal tadi tapi mengambilnya masih menunggu.

 

 

Disinggung pewarta ini, terus kenapa ibu belum mengambilnya,

 

“kami belum mengambilnya karena masih menunggu agennya, karena orangnya masih sekolah (ngajar) dan ditambah edisinya untuk penarikan tidak dibawa ke sekolah, katanya digunakan juga untuk disekolahnya,”ungkap ibu-ibu yang tengah menunggu penyaluran sembako.

Baca Juga :  Dugaan Honorer Fiktif di Dinas Sosial Ogan Ilir Mencuat

 

 

Terpisah, Rumiana Agen E-Warung di desa Mekarsari mengungkapkan, ia merasa dirugikan atas adanya tindakan pencairan sembako di agen Candra yang membebaskan semua KPM nya boleh tarik uang tunai.

 

 

“Jadi, KPM yang biasanya ke sini beralih transaksi ke Agen dia, itu tadi karna di sana kan bebas belanja apa saja dan bisa ambil uang tunai. Karna berkurangnya jumlah KPM, kami jadi merugi,”kata Rumiana kecewa.

 

 

Menurut pengakuan seorang KPM yang namanya minta dirahasiakan, pada saat mengambil sembako di E-Warung Rumiana.

 

 

“Kalau kami di sini pak, Yang kami dapat berupa beras 2 karung kemasan @10kg, telur 1kg, sarden 2 kaleng, minyak kemasan 1liter, beberapa mie instan, susu 1 kaleng. Iya inilah pak kondisinya kami tidak tau pokonya terima saja,”ujarnya sedikit kebingungan.

 

F’c