Webinar Moderasi Beragama oleh KKN DR UINSU Kelompok 07 di Tengah Kebijakan PPKM

Sumaterapost.co, Asahan – Medan, 1 Agustus 2021, Di Tengah Kebijakan PPKM ini KKN DR UINSU Kelompok 07 adakan kegiatan Webinar Moderasi Beragama secara virtual, Minggu (01/07/2021), dengan tema “Meningkatkan toleransi sesama umat beragama dalam lingkup berkewarganegaraan” dengan menghadirkan narasumber yang sangat luar biasa yaitu Bapak Andri Nurwandri, S.Sy., M.Ag. Kegiatan secara virtual tersebut berlangsung pukul 10.00 — 12.00 WIB dengan dihadiri 100 peserta.

Panitia mengatakan, bahwa kegiatan webinar ini berjalan dengan baik, meskipun masih ada kendala. Entah itu dari segi koordinasi maupun dari segi persiapan teman-teman KKN Kelompok 07.

Dr. Winda Kustiawan, MA selaku Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok 07 juga menyampaikan, bahwa Diskusi Webinar dalam pandemi yang sedang dihadapi di seluruh Dunia sejatinya agama menjadi benteng pertahanan yang paling tepat selain menjaga kesehatan sesuai apa yang di anjurkan oleh pemerintah,namun juga jangan melalaikan bahwa penyakit atau wabah juga bisa sembuh karena Allah SWT. Maka dari itu kelompok 07 KKN DR mempunyai tekat untuk membahas dampak pendemi dan cara pandang masyarakat menghadapi pandemi dilihat dari sudut pandang agama. Hal ini menjadi keresahan kita bersama dalam pandemi seperti ini kegiatan-kegiatan beragama sangat dilarang dan dibatasi. Sehingga diskusi online yang mana bisa di ikuti oleh semua kalangan baik mahasiswa maupun masayarakat umum yang kami kemas dalam bentuk webinar online yang diharapkan bia mewaahi bagi masyakat dalam pemikiran dan sudut pandang dari berbagai sumber yang didatangkan.” Ujar Dosen Pembimbing Lapangan sekaligus membuka acara Webinar Moderasi Beragama.

Baca Juga :  Bekerjasama Dengan IPB, Polsek Kampung Rakyat Laksanakan Vaksinisasi Massal

“Moderasi beragama adalah sebuah cara pandang terkait proses memahami dan mengamalkan ajaran agama agar dalam melaksanakanya selalu dalam jalur yang moderat. Moderat disini dalam arti tidak berlebih-lebihan atau ekstrem. Jadi yang di moderasi disini adalah agama itu sendiri. Dalam Negara yang mayoritasnya beragama Islam, Indonesia harus memiliki sifat moderat beragama agar tidak mengkerdilkan agama yang lain, sehingga kerukunan umat beragama saling terjaga dan saling gotong royong.” Ujar Andri Nurwandri, S.Sy, M.Ag selaku narasumber pada webinar moderasi beragama.

Baca Juga :  DMI Diharapkan Jadi Motor Pengelolaan Masjid yang Komprehensif

Dalam pandemi seperti ini, masyarakat tentunya sangat terganggu dari segi apapun baik ekonomi, sosial, budaya dan agama. Tantangan hari ini juga lebih besar dalam menjaga kerukunan karena semua orang harap-harap cemas untuk melakukan kegiatan apapun seperti kasus yang terjadi akhir-akhir ini penutupan paksa pedagang kaki lima, penutupan tempat beribadah dan tidak adanya kegiatan masyarakat dalam hal sosial ini menjadikan kekhawatiran bagi masyarakat luas karena memang pandemi sangat berpengaruh dalam segi apapun, dalam berbagai kesempatan pemerintah menyampaikan berkali-kali tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan di kehidupan sehari-hari namun sayangnya tidak dibarengi dengan pendekatan beribadah dan subsidi bahan kebutuhan ekonomi yang layak. (Anton A Manalu)

Baca Juga :  DPD Komite Masyarakat Danau Toba Sergai Resmi Dilantik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here