JAKARTA – Bulan suci Ramadan selalu menjadi momentum bagi perusahaan negara untuk memperkuat kohesi sosial dengan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Di tengah dinamika ekonomi jelang Idul Fitri, kehadiran bantuan yang menyentuh kebutuhan dasar menjadi oase bagi warga yang menggantungkan harap pada sektor perkebunan.
PTPN I sebagai Sub-holding Perkebunan Nusantara pun mengambil peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial tersebut. Melalui rangkaian program Safari Ramadan 1447 H, perusahaan mengintegrasikan bantuan spiritual, penguatan ketahanan pangan masyarakat, hingga fasilitasi kepulangan pemudik ke kampung halaman secara serentak dari ujung barat hingga timur Indonesia.
Aksi korporasi ini bergerak masif menjangkau berbagai titik regional mulai dari Sumatera, Jawa, hingga menyapa masyarakat di Ambon, Maluku, dan Sulawesi. Ribuan anak yatim dan penghuni panti jompo di sekitar unit kerja menjadi fokus utama penyaluran santunan, dibarengi dengan bantuan renovasi serta fasilitas ibadah untuk masjid-masjid setempat.
Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/3), menegaskan bahwa program ini merupakan pengejawantahan dari nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi landasan transformasi perusahaan.
“Kami menghadirkan paket sembako murah yang sangat terjangkau bagi masyarakat di seluruh wilayah kerja. Cukup dengan Rp100 ribu, warga sudah bisa membawa pulang paket berisi 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, 1 kilogram gula pasir, hingga satu papan telur. Ini adalah upaya konkret kami untuk meredam fluktuasi harga kebutuhan pokok di meja makan masyarakat,” ujar Teddy.
Menjelang akhir Ramadan, PTPN I juga memberikan kado istimewa berupa program Mudik Gratis. Titik keberangkatan dipusatkan di dua gerbang utama, yakni Surabaya untuk mewakili Pulau Jawa dan Lampung untuk wilayah Sumatera. Langkah ini diambil untuk menjamin kenyamanan dan keamanan warga yang ingin bersilaturahmi dengan keluarga tanpa terbebani biaya transportasi yang kerap melonjak.
“Program mudik dari Surabaya dan Lampung ini adalah apresiasi kami bagi masyarakat. PTPN I ingin hadir sebagai keluarga yang memastikan perjalanan mereka aman dan nyaman hingga sampai di tujuan,” tambah Teddy menutup keterangannya.
Melalui integrasi kegiatan ini, PTPN I tidak hanya berupaya menjaga produktivitas perkebunan, tetapi juga memastikan harmoni dengan masyarakat sekitar terus terjalin erat, menjadikan Ramadan 1447 H sebagai momentum pertumbuhan bersama.




