Olahraga – Bhayangkara FC Soroti Kepemimpinan Wasit Usai Laga Kontra Persijap Jepara
Jepara — Bhayangkara FC melayangkan protes keras terhadap sejumlah keputusan wasit dalam pertandingan tandang menghadapi Persijap Jepara yang digelar di kandang Persijap, Sabtu (11/4/2026).
Manajemen Bhayangkara menilai beberapa keputusan krusial yang diambil perangkat pertandingan tidak mencerminkan jalannya laga yang berlangsung dengan intensitas tinggi dan banyak interupsi.
Salah satu sorotan utama adalah pemberian waktu tambahan di babak kedua yang hanya selama tujuh menit. Pihak Bhayangkara FC menilai durasi tersebut tidak sebanding dengan banyaknya waktu yang terbuang sepanjang babak kedua.
Sepanjang babak kedua, terjadi banyak pelanggaran yang membuat pertandingan terhenti. Selain itu, masuknya tim medis dari pihak tuan rumah bahkan memakan waktu cukup lama, diperkirakan mencapai sekitar tujuh menit sendiri.
Waktu yang habis akibat penanganan pemain, pelanggaran, serta pergantian pemain seharusnya diakumulasi secara lebih proporsional dalam tambahan waktu. Namun kenyataannya, wasit tetap hanya memberikan tujuh menit injury time tanpa mempertimbangkan keseluruhan dinamika di lapangan.
Tak hanya itu, Bhayangkara FC juga mempertanyakan keputusan wasit yang tidak meninjau ulang potensi pelanggaran handball oleh pemain Persijap Jepara di area dekat kotak penalti pada menit-menit akhir pertandingan.
Dalam momen tersebut, kubu Bhayangkara merasa dirugikan karena tidak adanya pengecekan melalui Video Assistant Referee (VAR), yang seharusnya dapat membantu memastikan keputusan lebih akurat dalam situasi krusial.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak wasit maupun operator liga terkait kontroversi tersebut.
Namun, Bhayangkara FC dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah lanjutan, termasuk menyampaikan protes resmi kepada otoritas kompetisi.
Pertandingan ini pun menambah daftar panjang kontroversi kepemimpinan wasit dalam kompetisi sepak bola nasional yang kembali menjadi sorotan publik.
Sepanjang babak kedua, terjadi banyak pelanggaran yang membuat pertandingan terhenti. Selain itu, masuknya tim medis dari pihak tuan rumah bahkan memakan waktu cukup lama, diperkirakan mencapai sekitar tujuh menit sendiri.
Menurut mereka, waktu yang habis akibat penanganan pemain, pelanggaran, serta pergantian pemain seharusnya diakumulasi secara lebih proporsional dalam tambahan waktu. Namun kenyataannya, wasit tetap hanya memberikan tujuh menit injury time tanpa mempertimbangkan keseluruhan dinamika di lapangan.
Tak hanya itu, Bhayangkara FC juga mempertanyakan keputusan wasit yang tidak meninjau ulang potensi pelanggaran handball oleh pemain Persijap Jepara di area dekat kotak penalti pada menit-menit akhir pertandingan.
Dalam momen tersebut, kubu Bhayangkara merasa dirugikan karena tidak adanya pengecekan melalui Video Assistant Referee (VAR), yang seharusnya dapat membantu memastikan keputusan lebih akurat dalam situasi krusial.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak wasit maupun operator liga terkait kontroversi tersebut. Namun, Bhayangkara FC dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah lanjutan, termasuk menyampaikan protes resmi kepada otoritas kompetisi.
Pertandingan ini pun menambah daftar panjang kontroversi kepemimpinan wasit dalam kompetisi sepak bola nasional yang kembali menjadi sorotan publik.
(Fathir)




