Pasaman, Sumaterapost.co – Pentingnya antisipasi terkait maraknya kejahatan berbasis digital kini tidak hanya menjadi persoalan warga yang tinggal diperkotaan. Berbagai modus penipuan online mulai merambah wilayah kejorongan/kenagarian, menyasar masyarakat dengan tingkat literasi keamanan digital yang masih terbatas dan rendah.
Menyikapi hal tersebut Nagari Air Manggis Selatan, mengadakan kegiatan sosialisasi “Bahaya hoak dan pencegahan penipuan online” bagi warganya, bertempat di Aula Kantor Wali Nagari Air Manggis Selatan, Lubuksikaping Pasaman, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kesadaran serta kewaspadaan masyarakat terhadap risiko kejahatan digital berupa hoak dan penipuan online yang terus berkembang.
Seperti penipuan berkedok undian berhadiah, lowongan kerja palsu, tugas berbayar, hingga penyebaran tautan berbahaya melalui pesan singkat dan media sosial menjadi ancaman nyata yang kian sering terjadi di lingkungan kejorongan/kenagarian.
Kegiatan sosialisasi bahaya hoax dan pencegahan penipuan online dengan tema “Masyarakat Nagari Cerdas, Data Terjaga, Melawan Hoax dan Kejahatan Digital” diadakan untuk warga kejorongan di Air Manggis Selatan.
Wali nagari Aia Manggih Selatan, Herizon mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya bijak menggunakan media sosial, menjaga keamanan data pribadi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan digital yang marak terjadi saat ini.
Dikatakan Herizon, Perkembangan teknologi informasi memberikan banyak manfaat, namun juga membawa tantangan berupa penyebaran informasi palsu (hoax), ujaran kebencian, hingga modus penipuan online yang dapat merugikan masyarakat.
Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih teliti dalam menerima dan menyebarkan informasi serta tidak mudah percaya terhadap pesan atau tautan mencurigakan. Ujarnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diajak untuk bersama-sama membangun budaya digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab demi terciptanya lingkungan nagari yang cerdas dan terlindungi dari ancaman kejahatan digital. Tambah Herizon.
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika, Ahdi Susanto saat pembukaan kegiatan sosialisasi tersebut secara resmi menyampaikan jika Diskominfo Kabupaten Pasaman menyampaikan agar masyarakat selalu hati-hati terhadap modus-modus kejahatan digital online yang terjadi.
Ahdi Susanto menyampaikan, apresiasi terhadap kegiatan yang digelar oleh Nagari Air Manggis tersebut, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perhatian, menunjukkan tingginya minat dan kepedulian Pemerintahan Nagari terhadap masyarakat terhadap akan isu keamanan digital.
Ia juga mengapresiasi kehadiran peserta yang hampir menyeluruh dari setiap kejorongan, menjadi indikasi bahwa ancaman penipuan online telah dirasakan secara nyata di tingkat komunitas, yakni masyarakat kejorongan. Untuk itu ia berharap agar kegiatan ini di ikuti secara serius oleh para peserta. Ujar Ahdi Susanto.
Dalam sosialisasi tersebut, kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasaman, Fatrizon, SH, M.Si juga menjadi Narasumber kegiatan sosialisasi.
Dalam paparannya, Fatrizon sebagai pemerintah, yang bergelut di bidang komunikasi dan informatika, Fatrizon memaparkan berbagai modus penipuan digital akhir-akhir ini yang kerap terjadi di masyarakat.
Dalam materi yang disampaikan, Fatrizon memaparkan terkait kejahatan digital kekinian meliputi _phishing_ yang kerap dipakai melalui modus tautan palsu, penipuan tugas berbayar, lowongan kerja fiktif, penipuan berbasis relasi melalui aplikasi kencan, hingga penyebaran file undangan digital yang berpotensi meretas akun pribadi dan layanan perbankan. Untuk itu ia berharap agar ini menjadi perhatian serius.
Dalam penyampaian materi, Fatrizon memaparkan bentuk bentuk hoax dan penipuan online dengan mudah diterima peserta.
Alumni jurusan hukum, birokrat senior di Lingkungan Pemkab Pasaman ini memancing para peserta untuk berdiskusi dan pembahasan tema kegiatan sosialisasi dilakukan secara komunikatif dengan menekankan contoh kasus nyata yang dekat dengan pengalaman sehari-hari masyarakat Kejorongan.
Pendekatan kontekstual tersebut membuka kesadaran peserta sosialisasi. Sejumlah warga peserta pelatihan mengaku pernah menerima pesan mencurigakan dengan pola serupa, namun sebelumnya tidak menyadari bahwa pesan tersebut merupakan bagian dari modus penipuan digital.
Melalui kegiatan ini, Fatrizon meminta agar warga lebih berhati-hati kedepan, memahami ciri-ciri penipuan online serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan, seperti tidak sembarangan mengklik tautan, memverifikasi informasi, dan menjaga kerahasiaan data pribadi. Ujar Fatrizon.
Fatrizon juga dalam kesempatan tersebut menyampaikan, jika saat ini Diskominfo Pasaman tengah merancang peraturan terkait dengan Perlindungan Data Pribadi (PDP). Fatrizon berharap kedepan dengan adanya aturan tentang PDP ini di Pasaman data-data pribadi akan lebih terjaga dengan baik. Tutupnya.
Rizky




