SEMARANG — Semangat persatuan dan harmoni dalam seni rupa dihadirkan melalui pameran lukisan bertajuk “Nyawiji” yang akan dibuka pada Sabtu (16/5/2026) di Front One HK Hotel & Resort. Pameran yang berlangsung hingga 16 Juli 2026 ini menghadirkan puluhan karya dari para perupa lintas kota sebagai ruang pertemuan gagasan, rasa, dan ekspresi artistik.
Pameran menampilkan karya para pelukis dari Semarang, Jombang, dan Yogyakarta, di antaranya Djoko Susilo, Hary Laksono, Harry Titut, Hendry Yanto, Goenarso, A. Muzayin, Heriwanto, Ahmad Taufik, Marsim, Agus Nuryanto, Arief, dan Yantoto Warno.
Mewakili para perupa, Goenarso mengatakan bahwa pameran ini lahir dari semangat “nyawiji” atau menyatu, sebagaimana makna filosofis dalam budaya Jawa.
“Tujuan pameran ini sesuai dengan judulnya, yaitu menyatukan para pengkarya dari berbagai latar dan kota. Ada sekitar 55 karya yang akan dipamerkan dari perupa Semarang, Jombang, dan Yogyakarta,” ujarnya.
Konsep Nyawiji dimaknai sebagai penyatuan berbagai unsur dalam seni rupa, mulai dari gagasan, rasa, hingga relasi sosial antar seniman. Filosofi ini menekankan harmoni dalam proses kreatif sekaligus mengajak masyarakat melihat seni sebagai ruang kebersamaan dan dialog budaya.
Beragam karya yang ditampilkan memperlihatkan kekayaan pendekatan visual para seniman, mulai dari eksplorasi realisme, ekspresionisme, hingga kecenderungan kontemporer yang berpijak pada nilai-nilai lokal. Perbedaan gaya dan medium justru menjadi kekuatan utama pameran ini dalam membangun narasi kolektif tentang keberagaman dan persatuan.
Melalui Nyawiji, para perupa berharap seni rupa tidak hanya menjadi media ekspresi personal, tetapi juga jembatan budaya yang memperkuat solidaritas, memperluas apresiasi seni, serta merawat nilai kebersamaan di tengah kehidupan modern yang semakin individualistik. (Christian Saputro)




