Bandar Lampung ; Di saat banyak anak menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar telepon genggam, Polsek Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, memilih cara berbeda untuk mendekati generasi muda yaitu, mengajak mereka turun ke lapangan, berkompetisi, dan belajar sportivitas lewat Kapolsek Cup.
Turnamen sepak bola kelompok usia 10, 12, dan 13 tahun itu digelar di Lapangan Merdeka Nila Kandi, Bandar Lampung, sebagai bagian dari upaya pencegahan tawuran pelajar sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan telepon seluler (gadget).
Kegiatan tersebut menjadi gagasan humanis yang kuat dari Kapolsek Bumi Waras, yang ingin membangun kedekatan dengan anak-anak sejak dini melalui ruang positif yang edukatif dan menyenangkan.
Kapolsek Bumi Waras AKP. M. Hasbi Eko Purnomo, mengatakan kegiatan olahraga menjadi salah satu langkah nyata membentengi anak-anak dari pengaruh negatif lingkungan, termasuk potensi tawuran antar pelajar yang belakangan menjadi perhatian banyak pihak.
“Anak-anak harus diarahkan ke kegiatan yang positif. Kalau mereka sibuk berolahraga, berlatih disiplin, membangun pertemanan sehat, tentu peluang terlibat tawuran bisa ditekan. Setidaknya satu hari mereka tidak bermain HP dan fokus pada aktivitas yang membangun,” kata Kapolsek AKP. M.Hasbi, Jumat (15/5/2026).
Kapolsek Cup tidak hanya menjadi ajang mencari bibit atlet muda, tetapi juga sarana pembinaan karakter. Anak-anak diajak memahami pentingnya kerja sama tim, sportivitas, disiplin, serta menghormati lawan sejak usia dini.
Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan organisasi sepak bola PSSI Kota Bandar Lampung, memperkuat semangat pembinaan olahraga usia muda di wilayah Bandar Lampung.
Ketua pelaksana kegiatan, Sidik, mengatakan turnamen telah mulai digelar sejak Kamis, 14 Mei, dengan kategori usia 13 tahun menjadi pertandingan pembuka.
Menurut dia, antusiasme peserta cukup tinggi karena diikuti berbagai sekolah sepak bola (SSB) dari sejumlah daerah di Lampung.
“Untuk kategori usia 13 tahun yang digelar Kamis kemarin, pemenangnya adalah SSB dari Way Jepara, Lampung Timur,” ujar Sidik.
Kemeriahan pertandingan terlihat sejak pagi. Puluhan anak tampak berlari mengejar bola dengan semangat tinggi di tengah sorakan pelatih dan orang tua yang memenuhi pinggir lapangan.
Bagi sebagian anak, turnamen ini menjadi pengalaman berharga sekaligus ruang menyalurkan energi secara positif.
Di balik semangat kompetisi, pesan sosial yang dibawa kegiatan ini cukup kuat. Kapolsek Bumi Waras ingin memastikan anak-anak memiliki ruang bermain sehat di luar dunia digital yang semakin menyita perhatian mereka.
Fenomena kecanduan gadget dan meningkatnya kasus tawuran remaja menjadi alasan utama mengapa pendekatan berbasis olahraga dipilih. Polisi, kata M.Asbi, tidak cukup hanya melakukan penindakan, tetapi juga perlu hadir membangun pencegahan dari akar persoalan.
Kapolsek Cup menjadi simbol pendekatan baru kepolisian, lebih dekat, membina, dan hadir di tengah masyarakat. Melalui sepak bola, Polsek Bumi Waras berharap anak-anak belajar bahwa kemenangan bukan hanya soal mencetak gol, tetapi juga membangun karakter dan persahabatan.
“Daripada tawuran atau seharian bermain HP, lebih baik berkeringat di lapangan dan belajar jadi juara dengan sportif,” menjadi pesan kuat yang ingin digaungkan lewat Kapolsek Cup Bumi Waras.(*)




