BANDAR LAMPUNG – Keberhasilan Sabam Parjuangan, S.T., M.T.I., dosen Sistem Komputer IIB Darmajaya, meraih gelar doktor dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mendapat apresiasi besar dari Yayasan Alfian Husin.
Ketua Dewan Pembina, Dr. Andi Desfiandi, S.E., M.A., menegaskan bahwa pencapaian ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga langkah strategis dalam memperkuat kualitas SDM kampus unggul. “Kami melihat keberhasilan ini sebagai bukti nyata komitmen Darmajaya dalam mencetak tenaga pendidik yang berdaya saing global,” ujarnya.
Dr. Andi Desfiandi menambahkan bahwa riset blockchain yang dilakukan Sabam Parjuangan memiliki relevansi tinggi dengan arah perkembangan ekonomi digital. “Blockchain bukan sekadar tren, tetapi fondasi baru dalam sistem transaksi dan marketplace digital. Dengan penelitian ini, Darmajaya semakin siap berkontribusi dalam transformasi digital nasional,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan dosen Darmajaya meraih gelar doktor di ITB juga memperkuat posisi kampus dalam jejaring akademik nasional. “Keterlibatan dosen dalam riset tingkat doktoral akan membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi lain, baik di dalam maupun luar negeri. Ini penting untuk memperluas cakrawala akademik mahasiswa,” jelasnya.
Dr. Andi menekankan bahwa Yayasan Alfian Husin selalu mendorong dosen untuk melanjutkan studi hingga jenjang tertinggi. “Kami percaya, semakin banyak dosen bergelar doktor, semakin kuat pula kapasitas akademik kampus. Hal ini akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan penelitian,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya integrasi riset blockchain ke dalam kurikulum. “Dengan keahlian Dr. Sabam, kami berharap mahasiswa dapat belajar langsung dari penelitian mutakhir. Ini akan melahirkan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan industri digital,” ujarnya.
Selain itu, Dr. Andi Desfiandi menilai pencapaian ini sejalan dengan visi Darmajaya sebagai kampus unggul berbasis teknologi. “Transformasi digital bukan pilihan, melainkan keharusan. Dengan SDM unggul seperti Dr. Sabam, Darmajaya semakin mantap menuju kampus berkelas global,” katanya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini juga menjadi motivasi bagi dosen lain untuk terus meningkatkan kompetensi. “Kami ingin keberhasilan ini menjadi inspirasi. Tidak ada alasan untuk berhenti belajar, karena dunia akademik menuntut inovasi dan pembaruan terus-menerus,” tegasnya.
Dr. Andi Desfiandi menutup pernyataannya dengan optimisme. “Kami yakin, dengan dukungan penuh yayasan dan kerja keras sivitas akademika, Darmajaya akan terus melahirkan prestasi yang membanggakan. Gelar doktor ini hanyalah awal dari pencapaian-pencapaian besar berikutnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Alfian Husin, Ary Meizari, S.E., MBA., juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Dr. Sabam Parjuangan. “Kami bangga memiliki dosen yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga membawa riset yang relevan dengan kebutuhan zaman. Ini membuktikan bahwa Darmajaya konsisten melahirkan inovasi,” katanya.
Ary Meizari menegaskan bahwa yayasan akan terus mendukung pengembangan SDM unggul. “Kami berkomitmen memberikan ruang dan dukungan penuh bagi dosen untuk melanjutkan studi, melakukan riset, dan berkontribusi bagi masyarakat. Keberhasilan Dr. Sabam adalah bukti nyata dari komitmen tersebut,” ujarnya. (**)




