PADANG PANJANG, SUMATERAPOST.CO – Peringatan HUT RI ke-81 dan Hari Jadi Kota Padang Panjang ke-236 tahun ini tak boleh sekadar seremoni. Walikota Hendri Arnis meminta semua kegiatan harus punya efek langsung ke dompet masyarakat.
Pernyataan itu keluar saat Hendri memimpin rapat persiapan di Balai Kota, Senin (20/7/2026). Hadir juga Wawako Allex Saputra bersama jajaran kepala OPD.
Menurut Hendri, tahun ini Pemko akan coba format baru. Salah satunya menggandeng ISI Padang Panjang untuk mengisi upacara 17 Agustus dengan pertunjukan orkestra.
“Kita tidak mau monoton lagi. Harus ada warna baru biar masyarakat dan tamu undangan benar-benar merasakan momentumnya,” kata Hendri.
Fokus utama justru ada di HJK 1 Desember. Hendri menekankan, setiap event wajib menyasar 3 sektor: ekonomi, pariwisata, dan UMKM.
“Jangan sampai habis acara, selesai juga. Harusnya hotel penuh, UMKM laris, wisatawan datang,” ujarnya.
Salah satu ide besar yang mengemuka adalah drama kolosal sejarah Padang Panjang. Hendri menilai pertunjukan berskala besar itu bisa jadi magnet wisata baru. Sekaligus ajang memanggil pulang perantau untuk pulang kampung saat HJK.
Di sisi lain, wajah kota juga jadi perhatian. Hendri sudah perintahkan Satpol PP untuk menyisir billboard liar dan reklame tanpa izin. Tujuannya biar Padang Panjang terlihat bersih menjelang Agustusan.
Rapat juga diramaikan usulan dari OPD. Ada yang minta digelar malamang bareng warga, desa wisata fair, sampai pameran UMKM. Disdukcapil bahkan siap mengantar akta kelahiran gratis ke RS bagi bayi yang lahir pas 17 Agustus. BPBD mengusulkan program Kelurahan Siaga Bencana, PUPR mau bikin kejuaraan tenis meja se-Sumbar, dan Dinkes menyiapkan pengobatan gratis saat HJK.
“Intinya satu, meriah iya, tapi masyarakat juga harus merasakan manfaatnya. Itu baru perayaan yang berhasil,” tutup Hendri. (Kim)




