Oleh: Christian Heru Cahyo Saputro
SEMARANG – Sebuah babak baru dalam peta musik klasik Kota Semarang akan segera dimulai. Pada Sabtu, 1 Agustus 2026, Maxi Brain Concert Hall di Jalan Rinjani No. 18 akan menjadi saksi lahirnya C’EOL (Cellists of Echoes of Life), sebuah ansambel yang beranggotakan 13 pemain cello dari Semarang dan sekitarnya. Konser bertajuk “Resonance in Semarang” ini menjadi panggung perdana bagi mereka, sekaligus penanda bahwa ekosistem musik kamar di ibu kota Jawa Tengah kian matang.
Lahirnya C’EOL berawal dari mimpi sederhana Pauline Wonoadi, pemilik Maxi Brain Academy Semarang. Ketertarikannya terhadap instrumen bersenar empat itu tumbuh sejak 2024, bertepatan dengan dimulainya seri konser musik kamar Echoes of Life. Inspirasi itu semakin membara setelah ia menyaksikan penampilan Surabaya Cello Community. Baginya, harmoni yang dihasilkan oleh belasan cello yang bermain serempak bukan sekadar indah, melainkan memikat jiwa.
“Awalnya saya hanya bermimpi Semarang juga memiliki ansambel cello sendiri. Perjalanannya tidak mudah karena jumlah pemain masih terbatas dan menyatukan komitmen adalah tantangan terbesar. Namun, akhirnya mimpi itu bisa terwujud melalui C’EOL,” ujar Pauline.
Mimpi tersebut menemukan arah yang jelas ketika Pauline mulai mendalami permainan cello di bawah bimbingan Valerianus Vikar Afrian, seorang musisi dan pengajar cello terkemuka di Semarang. Bersama Vikar, gagasan abstrak itu diubah menjadi latihan rutin, disiplin tinggi, dan persiapan intensif. Hasilnya, pada 2026, C’EOL resmi berdiri sebagai wadah bagi para pemain cello untuk saling belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan kecintaan mereka terhadap musik klasik.
Konser peluncuran ini tidak hanya menampilkan kekuatan 13 cello secara solo atau ensemble murni. C’EOL akan menghadirkan kolaborasi lintas instrumen yang dinamis. Gitaris Belbu akan tampil membawakan nuansa akustik yang hangat, dipadukan dengan penampilan vokal yang diharapkan mampu menciptakan tekstur musikal yang kaya dan berbeda.
“‘Senar Semarang ikut bergetar.’ Itulah semangat yang kami usung. Karena itu kami memilih judul Resonance in Semarang. Kami ingin menghadirkan gaung baru bagi perkembangan musik klasik di Kota Semarang,” kata Pauline, menjelaskan filosofi di balik pilihan tema konser.
Kehadiran 13 cellist dalam satu panggung menjadi tonggak penting. Ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan pernyataan sikap bahwa komunitas musik klasik di Semarang siap untuk beregenerasi dan memperluas ruang kolaborasi. C’EOL diharapkan dapat menjadi magnet bagi talenta-talenta muda untuk bergabung dan berkembang bersama.
Konser Resonance in Semarang akan digelar pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di Maxi Brain Concert Hall. Pintu dibuka pukul 18.00 WIB, sementara pertunjukan dimulai tepat pada pukul 18.30 WIB.
Tiket tersedia dalam tiga kategori: VIP Rp100.000, Reguler Rp75.000, dan Pelajar Rp50.000. Mengingat kapasitas tempat yang terbatas, masyarakat diimbau untuk segera melakukan pemesanan melalui panitia di nomor 0895-3735-82323.
Melalui Resonance in Semarang, Echoes of Life tidak sekadar mempersembahkan sebuah konser malam itu. Mereka sedang menandai kelahiran sebuah komunitas baru—C’EOL—yang diharapkan menjadi salah satu penggerak utama, penjaga tradisi, dan inovator dalam perkembangan musik klasik di Kota Semarang ke depannya. (Christian Saputro)




