JAKARTA – Antologi puisi dan esai berjudul Rumah yang Kubangun karya Edy Samudra Kertagama berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu dari 10 antologi terbaik dalam Pameran Nasional Antologi Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia 2026. Prestasi ini dicatatkan dalam acara yang berlangsung pada 27–28 Juni 2026 di Jakarta, mengukuhkan kualitas sastra dari Lampung di kancah nasional.
Penghargaan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Dewan Juri Nomor 02/LP Temu Kecil 27/VI/26 tentang Penetapan 10 Antologi Pilihan dan Penghargaan Khusus. Dari sekitar 100 antologi puisi yang dipamerkan dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dewan juri menyeleksi sepuluh karya yang dinilai memiliki kekuatan artistik tinggi, kedalaman gagasan, serta kontribusi signifikan bagi perkembangan sastra tanah air.
Rumah yang Kubangun, yang diterbitkan oleh Lampung Literature pada 2025 dengan ISBN 978-623-89292-7-6, menjadi satu-satunya karya dari Provinsi Lampung yang masuk dalam daftar pilihan utama. Capaian ini menjadi bukti bahwa karya sastra yang lahir dari daerah mampu bersaing secara setara dengan karya-karya dari pusat-pusat literasi besar seperti Jakarta, Yogyakarta, atau Semarang.
Selain karya Edy Samudra Kertagama, sembilan antologi lain yang masuk dalam jajaran terbaik berasal dari penyair di Denpasar, Purworejo, Jakarta, Indramayu, Yogyakarta, Semarang, Tangerang, dan Banyumas. Keragaman geografis para pemenang ini mencerminkan dinamika sastra Indonesia yang terus tumbuh subur di berbagai wilayah, tidak lagi terkonsentrasi di pulau Jawa semata.
Dalam kesempatan yang sama, dewan juri juga memberikan Penghargaan Khusus kepada antologi Secarik Kertas Antara Rita dan H.B. Jassin karya Ritawati Jassin yang diterbitkan oleh Kosa Kata Kita, Jakarta. Pemberian penghargaan khusus ini menunjukkan apresiasi terhadap karya-karya yang memiliki nilai historis atau keunikan tersendiri dalam khazanah sastra Indonesia.
Pameran Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia berfungsi sebagai ruang apresiasi dan dokumentasi perjalanan puisi Indonesia. Kegiatan ini mempertemukan karya-karya penyair dari berbagai generasi dalam satu forum, bertujuan untuk memperkuat ekosistem literasi, memperluas jejaring antar-sastrawan, serta memperkenalkan kekayaan sastra kepada masyarakat luas.
Masuknya Rumah yang Kubangun ke dalam 10 besar nasional diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para penulis dan komunitas sastra di Lampung. Prestasi ini menegaskan posisi Lampung sebagai salah satu simpul penting dalam peta sastra Indonesia, mendorong lahirnya lebih banyak karya berkualitas yang mampu mengangkat identitas daerah ke tingkat nasional.
(Christian Saputro)




