JAKARTA — Di tengah hiruk-pikuk kehidupan metropolitan yang bergerak tanpa jeda, perempuan kerap memikul banyak peran sekaligus. Mereka menjadi profesional, ibu, istri, sahabat, sekaligus penggerak komunitas. Namun di balik berbagai peran itu, sering kali mereka lupa menyediakan ruang untuk mendengarkan dirinya sendiri.
Kesadaran itulah yang melatarbelakangi penyelenggaraan “Pause, Heal & Bloom – A Woman’s Evening Tea Gathering”, sebuah pertemuan eksklusif yang digagas oleh Indonesian Irish Association (IIA), Perempuan Berkebaya Indonesia Eropa (PBIE), dan Tanamoor x Warung Turki. Acara ini akan berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026, di Warung Turki (Tanamoor), Kemang, Jakarta Selatan.
Mengusung tema “An Afternoon to Pause, Reconnect & Bloom Together”, kegiatan tersebut menghadirkan ruang refleksi yang memadukan wellness, penguatan kesehatan mental, dan jejaring perempuan dalam suasana yang hangat dan intim.
Lebih dari sekadar acara minum teh bersama, “Pause, Heal & Bloom” dirancang sebagai pengalaman yang mengajak perempuan untuk mengambil jeda dari rutinitas yang padat, kembali terhubung dengan diri sendiri, serta menemukan energi baru untuk melangkah.
Peserta akan mengikuti berbagai aktivitas yang berfokus pada keseimbangan pikiran dan tubuh, mulai dari mindbody connection practice, sesi refleksi dan journaling terpandu, hingga networking circle yang memungkinkan terjadinya percakapan bermakna antarperempuan dari berbagai latar belakang.
Acara ini menghadirkan Yuki Fragariani, seorang praktisi mindbody sekaligus instruktur yoga dan meditasi, yang akan memandu peserta dalam perjalanan reflektif untuk memperkuat kesadaran diri, mengelola tekanan hidup, dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri.
Selain sesi pengembangan diri, peserta juga akan menikmati sajian curated evening tea, layanan manicure, serta paket suvenir yang disiapkan khusus untuk melengkapi pengalaman yang berkesan.
Menurut penyelenggara, kegiatan ini lahir dari keyakinan bahwa merawat kesehatan mental dan kesejahteraan emosional merupakan kebutuhan mendasar yang sering terabaikan, terutama bagi perempuan yang terbiasa menempatkan kebutuhan orang lain di atas dirinya sendiri.
“Perempuan sering menjadi sumber kekuatan bagi keluarga dan lingkungannya. Namun agar dapat terus memberi, mereka juga membutuhkan ruang untuk mengisi kembali energi, memulihkan diri, dan bertumbuh,” ujar panitia dalam keterangan tertulisnya.
Kolaborasi antara komunitas perempuan di dalam negeri dan diaspora Indonesia di Eropa ini juga menjadi simbol kuatnya solidaritas lintas budaya dan lintas negara. Melalui jaringan yang dibangun Indonesian Irish Association dan Perempuan Berkebaya Indonesia Eropa, isu kesehatan mental, pemberdayaan perempuan, dan pembangunan komunitas mendapat ruang untuk dibahas secara lebih terbuka dan inklusif.
Dengan jumlah peserta yang dibatasi hanya 20 orang, acara ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih personal dan mendalam. Setiap peserta diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga membangun hubungan yang autentik dengan sesama perempuan yang memiliki semangat bertumbuh bersama.
Di tengah budaya yang kerap mengagungkan kesibukan dan produktivitas tanpa henti, “Pause, Heal & Bloom” menawarkan perspektif berbeda: bahwa terkadang langkah paling berani bukanlah terus berlari, melainkan berhenti sejenak untuk mendengarkan diri sendiri.
Sebab ketika perempuan memiliki ruang untuk pulih, mereka tidak hanya menemukan kembali kekuatannya, tetapi juga mampu menebarkan inspirasi bagi keluarga, komunitas, dan masyarakat di sekitarnya.
“When women pause, they reconnect. When they heal, they grow. When they bloom, they inspire.” (Christian Saputro)




