Dinilai Tidak Transparan, Warga Skonjing Menduga Pemdesnya Banyak Memanipulasi Anggaran

Ogan Ilir – Pembangunan gedung olahraga (GOR) di Desa Sekonjing Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir-Sumsel sudah lama kian menjadi sorotan masyarakat setempat menjadi tanda tanya. Pasalnya, sudah tiga (3) tahun terakhir gedung olahraga (GOR) tersebut tak kunjung selesai. Warga setempat menduga Pemdes Sekonjing sengaja mengulur waktu demi memanipulasi anggaran.

Menurut pengakuan salah satu warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya ini mengatakan, bahwa pembangunan gedung olahraga (GOR) di desanya tersebut telah dibangun sejak tahun 2018 hingga sampai sekarang 2021. Namun anehnya, pembangunan yang katanya diprioritaskan sudah 3 tahun belum juga selesai sehingga hal ini menjadi tanda tanya buat kami.

“Kami selaku masyarakat sini merasa banyak kejanggalan tentang pembangunan di desa ini. Kami tak pernah tahu mengenai anggaran dana desa dan penggunaannya, ya emang ada papan sepanduk anggaran desa yang terbentang tapi kami tidak pernah diundang tahu-tahunya sudah ada saja pembangunan. kami menduga papan anggaran desa itu dibuat untuk hiasan saja untuk menutupi kesalahan Pemdes karena kenyataannya dilapangan realisasikan yang dikerjakan hasilnya tidak sesuai”, kata warga Skonjing ini, Selasa (14/9) siang.

Baca Juga :  Fraksi DPRD Beri Apresiasi Pemkab Musi Rawas Dalam Percepatan Penanganan Covid-19

Lebih lanjut dikatakannya, mengenai pembangunan di desa ini, kami tidak mengetahui berapa anggarannya, tak pernah ada penjelasan atau pemberitahuan sebelumnya.

“Padahal kan setau saya anggaran itu adalah uang rakyat dan realisasinya untuk rakyat. Tapi sayangnya kami tidak diberi hak untuk tahu akan hal itu. Kami merasa Pemdes Skonjing ini tidak transparan (terbuka) terhadap masyarakat terkait anggaran DD maupun ADD. Sempat kami keluhkan ke BPD namun mereka menyarankan untuk lapor dengan Kades langsung”, jelasnya.

Masih kata warga, tak hanya soal pembangunan GOR yang dipertanyakan, pengelolaan dana Bumdes pun kami ingin mengetahuinya, dan dana penanggulangan Covid-19 yang katanya memakan anggaran hingga puluhan juta rupiah. Mirisnya lagi, sangat sulit untuk mengetahui lebih dalam mengenai transparansi anggaran dari Pemdes Sekonjing ini lantaran perangkat desa setempat didominasi oleh keluarga sang Kades, tukasnya.

Baca Juga :  Hampir 2 Tahun Beradaannya Didesa Belanti (OI), PT. DPL Palembang Diduga Beroperasi Tanpa Izin

Sementara itu, salah satu BPD Sekonjing yang namanya minta dirahasiakan saat dikonfirmasi mengatakan, jangankan masyarakat setempat, dirinya yang seorang BPD (mitra Kades) tak begitu tahu mengenai anggaran Desa lantaran dirinya masih baru jadi BPD dilantik pada tahun 2019 kemarin sedangkan penganggaran untuk pembangunan itu sudah ada sejak BPD sebelumnya.

“Kami hanya sekedar melanjutkan tugas BPD sebelumnya. Dan memang benar pembangunan gedung olahraga (GOR) tersebut menjadi prioritas dan hingga kini masih dalam proses (belum selesai). Seharusnya bangunan itu selesai tahun 2020 namun informasinya terkendala oleh pengalihan dana untuk covid kemaren. Setahu saya, bangunan itu telah 3 kali dianggarkan. Seingat saya, anggaran terakhir yang dicairkan itu kurleb Rp. 615 juta. Jadi, untuk pembangunan GOR ini telah menghabiskan dana lebih dari 1 Miliar”, ujarnya di rumahnya, Selasa (14/9) sore.

Baca Juga :  MAKI : Peluang APH Untuk Mengusut Kualitas Bangunan Puskesmas Terawas

Diungkapkannya, semenjak dirinya masuk dalam BPD Sekonjing ini, belum ada pembangunan yang dilakukan. Semua pembangunan, termasuk GOR itu telah ada di era BPD lama, jadi kami tidak tahu mengenai RAB dsb. Jika warga ingin transparansi dari Pemdes Sekonjing, silakan ke Kades langsung karena kami BPD baru belum terlibat dalam hal pembangunan apapun saat ini.

“Kami belum bisa berkomentar banyak, karena kami masih baru dan apa yang dikeluhkan warga bukan terjadi pada zaman kami menjabat BPD Sekonjing ini, untuk lebih lanjutnya nanti kami hubungi lagi kalau semua data tersebut sudah kami terkumpul dan kami mau berkordinasi dulu dengan rekan-rekan anggota BPD lainnya”, pungkasnya. (F’R)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here