Lampung Utara — Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Utara mengerek tajam anggaran penerangan jalan umum (PJU) pada 2026 menjadi Rp4,4 miliar, melonjak hampir enam kali lipat dibandingkan alokasi 2025 yang hanya Rp738 juta. Kenaikan signifikan ini memicu sorotan terhadap efektivitas penggunaan anggaran di tengah percepatan pemasangan lampu jalan.
Kepala Dinas Perhubungan Lampung Utara, Anom Sauni, menjelaskan bahwa program PJU dijalankan bertahap. Pada 2025, anggaran Rp738 juta direalisasikan untuk pemasangan 183 titik lampu LED berdaya 90 dan 120 watt di sejumlah ruas, mulai dari kawasan DCC Candimas hingga Tugu Payan Mas.
Memasuki 2026, skala program melonjak drastis. Dengan anggaran Rp4,4 miliar dari APBD, pemerintah daerah menargetkan pengadaan dan pemasangan 997 unit lampu PJU. Jika dirata-rata, biaya per titik mencapai sekitar Rp4 juta.
“Pemasangan tahun ini mencakup jalur Tugu Payan Mas menuju Pasar, Tanah Miring, Kota Alam, Bernah, hingga kembali ke Jalan Soekarno-Hatta,” ujar Anom, Kamis (9/4/2026).
Tak hanya di jalur utama, pemasangan juga menjangkau sejumlah ruas lain seperti kawasan BPBD menuju Garuda, Jalan Pahlawan, Jalan Skip, hingga Tanjung Aman. Hingga awal April, progres pemasangan disebut telah mencapai sekitar 650 titik, dengan sisa pekerjaan difokuskan di wilayah Abung Raya Timur, Abung Raya Barat, Kampung Baru, dan Sribasuki.
Dishub menargetkan seluruh pemasangan rampung dalam beberapa pekan ke depan.
Di balik percepatan itu, proses pengadaan dilakukan melalui sistem e-katalog. Dari sejumlah penyedia, pemerintah memilih PT Optima Bekasi setelah melalui negosiasi. Alasannya, perusahaan tersebut dinilai menawarkan kualitas pencahayaan lebih tinggi serta jaminan garansi hingga lima tahun.
Meski demikian, lonjakan anggaran yang signifikan dari tahun sebelumnya menimbulkan pertanyaan publik soal efisiensi dan perencanaan program. Terlebih, perbedaan capaian antara 183 titik pada 2025 dan target hampir seribu titik pada 2026 menjadi kontras yang mencolok.
Anom menegaskan, program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur penerangan sekaligus menekan risiko kecelakaan dan kriminalitas pada malam hari.
“Dengan penerangan yang memadai, aktivitas masyarakat di malam hari diharapkan lebih aman dan nyaman,” ujarnya.(*)




