SEMARANG — Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali terlihat dalam kegiatan donor darah yang diselenggarakan Yayasan Mitra Setia bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang dan PMI Kabupaten Grobogan di Balai Pengobatan Mitra Setia Kapuran, Kota Semarang, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan yang berlangsung tertib dan lancar itu berhasil menghimpun 466 kantong darah dari ratusan pendonor yang datang sejak pagi.
Antusiasme masyarakat melampaui target panitia. Tercatat sekitar 600 orang mendaftarkan diri untuk mengikuti donor darah. Namun, setelah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis, tidak seluruh calon pendonor dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya.
Sekretaris Yayasan Mitra Setia, Mega Anggraeni, menjelaskan bahwa dari total darah yang berhasil dikumpulkan, 307 kantong berasal dari PMI Grobogan dan 159 kantong diterima PMI Kota Semarang.
“Jumlah pendaftar mencapai sekitar 600 orang. Namun, sebagian belum dapat mendonorkan darah karena setelah menjalani pemeriksaan dokter, kondisi kesehatannya belum memungkinkan untuk melakukan donor. Keselamatan dan kesehatan pendonor tetap menjadi prioritas utama,” ujar Mega.
Ketua Yayasan Mitra Setia, Kokoh Iskandar, mengatakan kegiatan donor darah merupakan agenda sosial yang secara rutin dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama sekaligus membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi rumah sakit di Semarang dan sekitarnya.
“Donor darah adalah bentuk nyata gotong royong dan solidaritas kemanusiaan. Setiap kantong darah yang disumbangkan memiliki arti sangat besar bagi pasien yang sedang membutuhkan pertolongan,” katanya.
Menurut Kokoh, donor darah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya berbagi melalui aksi kemanusiaan yang sederhana namun berdampak besar.
Hal senada disampaikan Mega Anggraeni. Ia menuturkan bahwa donor darah juga memberikan manfaat bagi pendonor karena setiap peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari prosedur medis sebelum donor dilakukan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat berbagi kehidupan melalui setetes darah yang sangat berarti bagi sesama. Donor darah bukan hanya membantu penerima, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan pendonor,” ujarnya.
Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, panitia menyiapkan berbagai doorprize menarik berupa peralatan elektronik serta hadiah lainnya. Setiap pendonor yang berhasil mendonorkan darahnya juga memperoleh paket sembako berisi beras Ramos, minyak goreng sawit, dan gula pasir sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian mereka.
Ketua Penyelenggara, Gangga Aliputra, mengungkapkan tingginya animo masyarakat menunjukkan semakin tumbuhnya budaya donor darah di Kota Semarang.
“Kami bersyukur masyarakat memberikan respons yang luar biasa. Antusiasme ini menunjukkan kepedulian sosial masyarakat semakin tinggi. Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk membantu memenuhi kebutuhan darah di berbagai rumah sakit,” katanya.
Sejak pagi hingga kegiatan berakhir, suasana donor darah berlangsung tertib dengan melibatkan tenaga kesehatan, relawan, serta jajaran PMI Kota Semarang dan PMI Grobogan. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, komunitas sosial, hingga masyarakat umum.
Melalui kolaborasi Yayasan Mitra Setia bersama PMI Kota Semarang dan PMI Grobogan, kegiatan ini tidak hanya berhasil menghimpun ratusan kantong darah, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Di balik setiap kantong darah yang terkumpul, tersimpan harapan baru bagi pasien yang tengah berjuang memperoleh kesempatan hidup. (Christian Saputro)




