BANDAR LAMPUNG – Prestasi kembali ditorehkan dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya. Tim dosen berhasil meraih pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat PBM.
Tim pengusul diketuai Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I. dengan anggota Dr. Refi Arioen, S.T.P., M.T.A. dan Nurfiana, S.Kom., M.Kom. Program ini juga melibatkan dua mahasiswa Program Studi Sistem Komputer IIB Darmajaya, Ramadanzah dan Arif Rahmadhani, sebagai mahasiswa pelaksana.
Program yang lolos pendanaan tersebut mengusung judul “Hilirisasi Teknologi Controlled Environment Agriculture (CEA) Berbasis IoT pada Agro Ino Farm guna Mitigasi Penyakit Jamur dan Peningkatan Produktivitas Seledri Premium.”
Pengabdian akan dilaksanakan selama satu tahun di Kelompok tani Agro Ino Farm yang dikelola oleh Sigit Sudarsono, UMKM agribisnis yang berlokasi di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Agro Ino Farm selama ini menghadapi tantangan berupa tingginya kelembapan di dalam greenhouse yang memicu serangan jamur pada tanaman seledri, serta rendahnya kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) dan karbon dioksida (CO₂) yang berdampak pada lambatnya pertumbuhan tanaman dan penurunan hasil panen.
Melalui program tersebut, tim IIB Darmajaya akan mengimplementasikan teknologi Controlled Environment Agriculture (CEA) berbasis Internet of Things (IoT) untuk mengendalikan kondisi lingkungan budidaya secara otomatis. Teknologi yang diterapkan meliputi sistem smart misting, injeksi oksigen (O₂) dan karbon dioksida (CO₂) otomatis, serta sistem pemantauan kondisi greenhouse secara real-time melalui aplikasi mobile dan website https://neliti-sk.darmajaya.ac.id/.
Ketua tim pengabdian, Dodi Yudo Setyawan, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk hilirisasi hasil riset kampus yang langsung diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sektor pertanian modern.
“Melalui penerapan teknologi CEA berbasis IoT, kami berharap Agro Ino Farm dapat meningkatkan produktivitas seledri premium sekaligus menekan risiko serangan penyakit jamur. Selain meningkatkan hasil panen, program ini juga mendorong transformasi digital dalam pengelolaan pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.
Keberhasilan memperoleh hibah Pengabdian kepada Masyarakat ini semakin menegaskan komitmen IIB Darmajaya dalam menghasilkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada riset, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi peningkatan daya saing masyarakat dan dunia usaha melalui pemanfaatan teknologi digital.(**)




