BANDARLAMPUNG — Pengurus Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Lampung Masa Bakti 2025-2030 dilantik. Prosesi pelantikan oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal itu berlangsung di lantai III Balai Keratun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, Selasa (20-1-2026).
Ketua Umum BKOW Lampung Handjarita Gatot menyatakan siap mengemban amanaj dan tanggungjawab dengan penuh dedikasi, integritas dan komitmen untuk berkontribusi bagi masyarakat.
“Saya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan dan amanah yang telah diberikan. Amanah ini adalah kehormatan sekaligus tabggungjawab besar yang akan diemban,” kata Handjarita.
Dia menjelaskan, tema Sinergitas BKOW dalam Mewujudkan Perempuan Berdaya Menuju Lampung Maju menjadi landasan untuk menjalankan program kerja kedepannya.
“Sinergitas adalah kunci utama. Karena hanya dengan kerjasama, kolaborasi dan saling menguatkan antar organisasi perempuan, tujuan besar dapat dicapai,” jelasnya.
Selain itu, BKOW juga berkomitmen untuk memperkuat peran perempuan dalam keluarga dan pembangunan daerah.
“Perempuan yang berdaya akan melahirkan generasi yang berkualitas dan menjadi pilar penting dalam mewujudkan Lampung maju, mandiri dan berdaya saing,” tuturnya.
Jntuk program kerja, dia memaparkan, akan melakukan konsolidasi seluruh pengurus pada tanggal 27 Januari mendatang.
“Jadi nanti langsung membentuk program kerja mulai dari SDM, UMKM hingga pendidikan. Insya Allah kami siap membantu program-programnya pak gubernur,” bebernya.
Sementara Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menekankan pentingnya sinergitas organisasi wanita dalam mendukung pembangunan daerah.
Wulan Mirza selaku Penasihat Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Lampung mengapresiasi pelantikan pengurus baru di bawah kepemimpinan Hanjarita Gatot yang dikukuhkan langsung oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.
Ia menyebut BKOW memegang posisi strategis sebagai wadah koordinasi bagi 69 organisasi wanita yang terdaftar di Provinsi Lampung.
“BKOW adalah organisasi besar. Tidak sah rasanya organisasi wanita di Lampung jika belum bernaung di bawah BKOW. Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab mulia untuk menggerakkan peran wanita dalam pembangunan daerah,” ujar Wulan Mirza.
Menurut dia, BKOW mempunyai peran strategis sekaligus sebagai wadah koordinasi bagi organisasi wanita di Lampung.
“BKOW sebagai tempat kita semua saling asah, asuh dan asih untuk sesama organisasi wanita di Lampung,” sebutnya.
Dia juga berharap, BKOW dapat memperbanyak kunjungan ke lapangan untuk melihat permasalahan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
“Mari kita berjalan bersama dengan pemerintah, dunia usaha, kampus dan masyarakat. Mari kita melangkah menuju Lampung maju,” tutupnya. (***)




