Kota Bogor Kesulitan Atasi Penyebaran PMK, Karena Keterbatasan Dana

Sumaterapost.co | Bogor – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, kesulitan untuk mengatasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada binatang ternak terkait keterbatasan dana. PMK yang tengah menerpa kota hujan Bogor berangsur sembuh.

“Kita telah mengajukan usulan pinjaman dana sebesar Rp 250 juta di Bank Jabar dan Banten (BJB) namun hingga belum bisa dicair. Kita juga telah kehabisan stok obat,” kata kepala DKPP Anas S Rasmana di hotel Salak Jumat, (24/6/2022) petang.

Baca Juga :  Kasad Panen Jagung di Sukabumi, PT Wilton Berikan Dukungan dan Apresiasi

Anas menjelaskan PMK yang menyerang ternak Kota Bogor dipastikan tidak membayakan untuk dikonsumsi oleh manusia. Anas menyebut kecuali penyakit Antrax dan Rabies. Namun yang di takuti kata Anas, PMK dapat menular pada ternak lain.

Menurut Anas, data diambil hingga dengan tanggal 19 Juni 2022 Pukul 15.00 Wib, ada 60 Sapi potong terjangkit PMK, Sapi perah 124 ekor hingga jumlah yang terjangkit sebanyak 184 ekor dan dua ekor mati 2 dan satu ekor dipotong bersyarat serta yang sembuh 104 ekor. Kini sapi yang sakit tersisa 77 ekor lagi

Baca Juga :  Kasad Panen Jagung di Sukabumi, PT Wilton Berikan Dukungan dan Apresiasi

Anas mengatakan, pihaknya telah mendatangi peternak di seputar Kota Bogor telah mendata sekaligus memberi penyuluhan dan penanganan sapi ternak yang sakit.

“Alhamdulillah banyak sudah sembuh dan peternak diberi pemahaman agar tidak menular pada peternak lain seperti kambing dan sejenisnya. Berharap kedepan sapi yang terkenal PMK dapat pulih kembali,” jelas Anas.

Baca Juga :  Kasad Panen Jagung di Sukabumi, PT Wilton Berikan Dukungan dan Apresiasi

Anas menyebut, Kementerian Pertanian belum menetapkan Kota Bogor sebagai daerah pandemi PMK. Akibatnya Pemkot Bogor kesulitan dana karena dana pengobatan tidak tersedia sebelumnya. (Den)