Rugikan Keuangan Negara, Mantan Peratin Pagar Dalam di Bui

Sumaterapost.co | Pesisir Barat – Diduga tilep Anggaran Pendapatan dan Belanja Pekon (APBP) tahun 2020-2021, mantan Peratin (Kepala Desa) Pekon Pagar Dalam, Kecamatan Pesisir Selatan AJ resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Liwa di Krui.

Cristian Gultom, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Liwa di Krui mengatakan bahwa tim penyidik Cabjari telah melakukan penanganan perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) terhadap tersangka AJ dan telah melakukan pemeriksaan terhadap 57 saksi yang berasal dari masyarakat, aparatur pekon, kecamatan hingga dinas setempat.

“Kita juga sudah melakukan pemeriksaan tim ahli pada inspektorat Pesisir Barat dan telah mendapatkan sejumlah surat dan dokumen petunjuk yang telah kita lakukan penyitaan sehingga pada hari ini tim penyidik telah melakukan penahanan terhadap tersangka AJ yang merupakan mantan Peratin Pagar Dalam selama 20 hari kedepan,” kata Gultom saat konferensi pers, Kamis, (8/12/2022).

Baca Juga :  Sugeng Santoso Pimpin MKKS-SMP 2023-2027

Gultom melanjutkan penahanan dilakukan terhadap terdakwa guna melengkapi berkas perkara dan untuk proses penyidikan lebih lanjut oleh tim penyidik agar lebih cepat di limpahkan ke Pengadilan Tipikor. Sehingga saat ini tersangka masih ditahan di Cabjari untuk proses pemeriksaan lebih lanjut dan di bawa ke Rutan klas llB Krui.

“Untuk kerugian negara berdasarkan hasil koordinasi dengan inapektorat Kabupaten Pesisir Barat berdasarkn hasil audit No:700/LHA-283/lll.01/2022 tanggal 1 Desember 2022 tentang perlindungan kerugian keuangan negara atas kasus dugaan tipikor penyalahgunaan APBP tahun 2020-2021 pekon Pagar Dalam, Kecamatan Pesisir Selatan sebesar Rp1.011.558.402,” ujar Gultom.

Untuk temuan kerugian negara tersebut Gultom mengatakan bahwa hal tersebut masuk dalam kategori penyimpangan realisasi APBP yang digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka dan tidak sesuai dengan sebagaimana mestinya dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Namun lanjut Gultom, pihaknya belum bisa menyampaikan rincian peruntukan kerugian negara tersebut, sebab masih menjadi bahan pemeriksaan perkara.

Baca Juga :  Pemilihan Muli-Mekhanai Pesisir Barat Dilaksanakan Pertengahan Mei 2023

Disinggung mengenai keterlibatan tersangka lain atas dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan mantan peratin Pagar Dalam tersebut Gultom menyampaikan bahwa pihaknya harus melihat perkembangan kasus yang sedang di tangani saat ini. Jika memang dalam pemeriksaan ditemukan ada indikasi tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain.

“Kita lihat fakta-fakta hukum dipersidangan seperti apa kedepan apakah ada pengembangan ke tersangka lain akan nanti kita informasikan lebih lanjut. Karena saat ini masih pada tahap pemeriksaan sehingga kita hanya bisa menyampaikan hasil penyidikan terhadap tersangka saat ini,” kata dia.

Baca Juga :  Pemerintah Pesisir Barat Gelar Rakor dan Asistensi TPKAD

Atas dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan AJ diancam dengan pasal primer pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana di ubah dan ditambah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi subsider pasal 3 Jo pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana di ubah dan di tambah UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman 9 tahun penjara.

“Tersangka saat ini masih diperiksa dan menunggu kuasa hukum tersangka untuk mendampingi proses pemeriksaan sehingga belum bisa dimintai keterangan terkait perkara yang dijalani,” terang Kacabjari.

 

 

Gus