Satgas Covid-19, Terapkan Dua Program Jelang Nataru

Sumaterapost.co – Bogor | Menghadapi Natal dan tahun baru (Nataru), Satgas Covid- 19 Kota Bogor akan berlakukan dua kegiatan, pertama penerapan kawasan wisata wajib vaksin bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Bogor jelang akhir pekan.

“Satgas Covid-19 Kota Bogor akan menerapkan dua program jelang Nataru, untuk cegah penyebaran Civid-19,” kata Kapolres Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro pada wartawan, Sabtu, (4/12/2021) siang.

Susatyo menegaskan, program kedua, melaksanakan grebek vaksin di pusat perbelanjaan dan pasar pasar, tempat berkumpul masyarakat setiap hari dan ada potensi penyebaran Covid-19. Satgas Covid-19 telah menyiapkan centra vaksin.

Baca Juga :  Ayo Bangkit Bersama, Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-114 di Cilacap

Dua kegiatan ini, kata Susatyo akan diberlakukan pada akhir pekan, agar pada saat Natal dan tahun baru, semua masyarakat memiliki herd immunity (kekebalan) dan hingga saat ini Kota Bogor telah mencapai 90 persen tervaksin.

“Pemerintah Kota Bogor apakah akan kembali berlakukan sistem ganjil genap sebagai antisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat jelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru),” kata Susatyo.

Dijelaskan, pada saat Natal dan tahun baru, masyarakat harus siap saat diberlakukan penetapan level tiga, tentunya masyarakat Kota Bogor telah siap menghadapi kondisi tersebut.

Baca Juga :  KPK Tengah Bidik Raja Biong Proyek Pemerintah, KPK Panggil Saksi Swasta dan Mahasiswa

“TNI- Polri dan Pemkot Bogor, secara bersamaan akan melakukan mobilitas sebagai layaknya pelaksanaan level tiga. Atau menerapkan program ganjil genap pada kawasan tertentu termasuk penerapan krout krirout yang disiapkan,” kata Susatyo.

Namun demikian Satgas Civid- 19 Kota Bogor akan menurunkan status tersebut, setelah terpantau masyarakat tidak terjadi kerumunan dan terjadi penurunan peningkatan aktivitas kegiatan.

Dikatakan, apabila ada areal cukup padat, akan dilakukan rekayasa lalu lintas agar masyarakat renggang. Setelah terjadi penurunan atau sepi, maka rekayasa lalu lintas akan dibuka kembali. Hal ini akan berlaku pada area lain yang terpantau cukup padat.

Baca Juga :  Polresta Bogor Kota Kembali Serahkan Marbort Mart, Kini Berjumlah 35 Unit

Saat ditanya Susatyo menegaskan, bila dibandingkan dengan pelaksanaan wajib vaksin minggu lalu, masyarakat yang berkunjung ke Kota Bogor jauh lebih tinggi kesadaran dan jauh lebih baik dari hari sebelumnya.

“Hari ini tidak terlalu banyak terjaring. Artinya, masyarakat yang masuk ke Kota Bogor telah tervaksin dan mereka bisa menunjukan bukti telah di vaksin. Seperti bukti peduli lindungani atau bukti lain. Para petugas yakin masyarakat telah tervaksin, ” ungkap Susatyo. (Den)