Serap Aspirasi dan Keluhan Petani, DPP HKTI Rayakan Hari Tani Nasional

Hari Tani Nasional yang jatuh setiap tanggal 24 September. Tahun ini DPP Himpunan Kerukunan Tani Indonesia( HKTI) dibawah kepemimpinan Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko merayakannya bersama para petani di Pangalengan

SumateraPost – Masyarakat Indonesia khususnya insan tani merayakan Hari Tani Nasional yang jatuh setiap tanggal 24 September. Tahun ini DPP Himpunan Kerukunan Tani Indonesia( HKTI) dibawah kepemimpinan Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko merayakannya bersama para petani di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Acara tersebut terselenggara atas undangan DPD HKTI Provinsi Jawa Barat.

Acara yang berlangsung Sabtu 24 September 2022 ini dihadiri pengurus DPP HKTI dan DPD HKTI Jawa Barat, juga dihadiri oleh para petani binaan HKTI yg juga memperlihatan produk pupuk organik buatan petani HKTI. DPD HKTI Provinsi Jawa Barat yang di wakili oleh Ketua Harian Dr. Dadang Naser menyampaikan bahwa,” Petani di Jawa Barat tingkat kehidupannya sebagian besar kurang baik atau tidak sejahtera.

Baca Juga :  Bocah 4 Tahun Digagahi Kakek Tua Bangka, Korban Diimingi Uang Rp 2 Ribu

Karena harga produk pertanian sering rendah, keuntungan kecil. Serta sering mendapat kesulitan untuk mendapatkan sarana produksi tanaman.”
Ketua Harian Dr Dadang Naser meminta kepada DPP HKTI agar disampaikan kepada Menteri Pertanian untuk membantu petani hortikultura agar bisa menampung setiap musim panen, seperti bulan ini petani tidak bisa menjual hasil panen Kol karena harga hanya Rp 1.000/ kg.

Selain itu Dadang meminta bantuan agar pupuk organik buatan petani yg sudah punya e-catalog bisa di pasarkan oleh Kementan ke pasar khusus terkait pembelian oleh negara melalui APBN.
Sementara itu Ir. Doddy Imron Cholid selaku Wakil Ketua Umum DPP HKTI dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Tani tahun ini yang berusia 62 tahun, sebetulnya ketika itu terjadi perubahan undang- undang yang mengatur petani dan tanah dan Agrarische Wet menjadi Undang- Undang Pokok Agraria, yang semula tanah itu di kuasai negara saat ini negara hanya mengatur peruntukan, penggunaan, persedian dan pemeliharaan tanah.

Baca Juga :  Bocah 4 Tahun Digagahi Kakek Tua Bangka, Korban Diimingi Uang Rp 2 Ribu

“Dengan Undang-Undang ini tanah harus memberikan kemakmuran yang setinggi-tingginya kepada masyarakat. Akan tetapi faktanya masih banyak yang belum mempunyai tanah dan pasti banyak petani yang miskin. Sementari dilain pihak banyak badan hukum swata yang memilik tanah ribuan bahkan ratusan ribu hektar, terjadi ketimpangan struktur penguasaan tanah,” ujar Doddy.
Saat ini, lanjut Doddy, DPP HKTI sedang membantu mencoba menyelesaikan persoalan ini atas perintah Ketua Umum HKTI Moeldoko, serta rekomendasi hasil RAKERNAS HKTI yang harus melaksanakan konsolisadi organisasi yang dilaksanakan secara langsung ke daerah maupun secara online.

Baca Juga :  Bocah 4 Tahun Digagahi Kakek Tua Bangka, Korban Diimingi Uang Rp 2 Ribu

Selain itu, Doddy juga menangkap apa yang dinginkan oleh petani seperti membantu menanggulangi masalah harga tanaman hortikultura yang sering pada saat panen raya harga jadi murah, selain itu juga pupuk bersubsidi sangat sulit sekali didapatkan.
“Tentu saja apa yang disampaikan oleh petani sudah menjadi kewajiban HKTI segabai oraganisasi yg menjebatani keinginan petani melalaui Ketua Umum DPP HKTI akan di sampaikan kepada menteri terkait,” tandasnya.
Dalam kesempatan peringantan Hari Tani Nasional ini juga dilalukan panen Cabe, Kol, Tomat dan Jeruk yang dipupuk dengan pupuk organik buatan petani sendiri dan hasil sangat luat biasa, serta dilakukan penanaman pohon kopi robusta yang sangat baik di Pangalengan dan hasil kopi ini sudah di ekspor ke berbagai negara. (***)