Sulpakar Buka Pameran Gelora 70 dan PKD, Tiba-tiba Gubernur Arinal Djunaidi Muncul

Gubernur Lampung yang muncul tiba-tiba di Arena Pameran Seni Rupa "Gelora 70" didaulat menggoreskan cat di atas kanvas sebagai penanda dibukanya rangkaian.kegiatan Pameran dan PKD ( Foto : Dok.Seru)

Bandar Lampung – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Sulpakar membuka Pameran Seni Rupa “Gelora 70” sekaligus membuka Pekan Kebudayaan Lampung (PKD) di Gedung Dewan Kesenian Lampung, Bandar Lampung, Sabtu (24/09/2022)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Drs.Sulpakar,M.M mengatakan, kegiatan Pekan Kebudayaan Daerah ini mengusung tema : “Bangkit bersama, cerlangkan budaya, menuju Lampung berjaya”.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi didampingi Ketua AL Anshori Djausal dan Ketum DKL Satria Bangsawan keliling melihat berbagai kegiatan PKD ( Foto : Dok.Seru)

Sulpakar menandaskan Pekan Kebudayaan Daerah ini juga merupakan salah satu implementasi IKU Gubernur Lampung, yaitu; Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK).Sedangkan rangkaian kegiatan kesenian yang terbuka untuk umum ini akan digelar di Kawasan Gedung Kesenian Lampung dan sekitarnya.

“Mudah-mudahan kegiatan PKD ini akan menjadi pemantik kreativitas dan semangat berkesenian para seniman setelah sekira dua tahunan vakum karena pandemi Covid – 19” ujar Sulpakar.

Kadisdikbud Provinsi Lampung Sulpakar menambahkan Pekan Kebudayaan Daerah ini merupakan kegiatan yang pertama kali digelar di Lampung berlangsung selama sepekan. Dalam event PKD ini akan digelar berbagai acara kesenian rakyat, antara lain; Tari tradisional, Musik Tradisional, Belajar Cawa Lampung, Workshop Seni, Pameran Lukisan dan Layang-Layang , dan Film Daerah. Selain itu, PKD ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai lomba seni, bazar buku dan aneka kuliner.

Baca Juga :  Mozaik Perang Kembang, Kecamuk Perang Batin di Panggung Kehidupan

“Harapannya ke depan PKD ini dapat digelar kembali bisa menjadi agenda kebudayaan rutin dengan tampilan dan kualitas yang semakin baik,” pungkas Sulpakar

Ketua Ketua Umum Dewan Kesenian Lampung, Prof. Satria Bangsawan S.E, M.Si dalam sambutannya mengatakan, helat PKD ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, dewan Kesenian Lampung dan Akademi Lampung.

Satria Bangsawan berharap digelarnya PKD ini para seniman dari penjuru Lampung bisa tampil mewarnai helat akbar kesenian Lampung, masyarakat juga tahu dan bisa menikmati keragaman budaya Lampung.

“PKD ini juga menjadi salah satu pengejawantahan salah satu Tugas dan Fungsi Dewan Kesenian Lampung sebagai Katalisator dan Fasilitator Seluruh Seniman yang ada di Provinsi Lampung. PKD ini ajang pesta seni daerah Lampung,” tandas Satria Bangsawan.

Gubernur Lampung Muncul di Arena PKD

Pada saat PKD akan dibuka ada kejadian yang mengejutkan. Pasalnya, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang tak dijadwalkan hadir tiba-tiba muncul di Ruang Pameran Seni Rupa “Gelora 70”

Gubernur didampingi Ketua Akademi Lampung Anshori Djausal dan Ketum DKL Satria Bangsawan bekeliling menikmati suguhan karya-karya lukisan yang dipajang di lobby DKL.

Baca Juga :  DAAL Siap Gelar Workshop Penciptaan Tari & Musik Bertajuk LAPAH

Maka pada kesempatan itu Gubernur Lampung Arinal Djunaidi langsung didhapuk menggoreskan angka 70 pada sebidang kanvas sebagai penanda dibukanya helat pameran seni rupa “Gelora 70” dan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Lampung 2022.

Pada saat melihat lukisan bertajuk: “Harimau” berukuran 95 X 150 Cm ( 2021) karya Aden, Gubernur Lampung Arinal terpesona dan menatapanya berlama-lama. Kemudian terjadilah kesepakatan beliau untuk mengoleksi karya itu.

Menurut Ketua Pelaksana Pameran “Gelora 70” Ch. Sapto Wibowo, kehadiran Arinal Djunaidi yang hadir bukan sebagai pejabat (Gubernur –red) tetapi sebagai masyarakat biasa sangat diapresiasi dan membuat bangga 70 pelukis yang ikut pameran seni rupa “Gelora 70”. “Mereka terlihat sumringah menyambut kehadiran Arinal Djunaidi dan rombongan sepulang dari olahraga golf,” terang Sapto.

Lebih lanjut, Sapto menambahkan, karya lain yang terjual Djausal berjudul “Dialog”, “Refleksi” dan “ Kontras” (Anshori Djausal) serta “Bunga Indah” karya Eko Martoyo

70 Pelukis Meriahkan Pameran “Gelora 70”

Pelukis yang meramaikan pameran seni rupa “Gelora 70” yaitu; Anshori Djausal, Bambang SBY, Helmy Azeharie, Herman Batin Mangku, Dana E Rahmat, Bunga Ilalang, Toni, Cupa Firstyadi, Agus Susiyono, Ari Susiwa Manangisi, Alepaoth, Anas Nurhidayat, Alia Larasati, Aldino, Andri Sugiarto, Alung, Aden, Aditya, Ariella NM, Amanda Dewi, Cici, Dryy, Damsi Tarmizi, Drajat Kuncoro, Dhea Maisha, Dhea Putri, Dion-Nca, Esthakaliza, Eko Martoyo, Erika Andaresta, Enchus, Hoshi Sekartaji, Hero Toh Jali, Hermayanti, Handy Chrisna, Insabul Insan, I Gede Putu Arsa, Chairul Imam, Iswadi Pratama, Icon, Ibnu Setyo, Kolima, Kluntung, Lika Ayu Arini, Michelle Loisa, Monica Calista, Nurbaito, Noer Robby, Noviyana, Nahyan 21, Ongky Sanjaya, Peles, Papajoe, Paruji, Princess Puspa, Ranu Denali B, Raihana Anjenita, Rian Arta, Suyitno, S Dwi Putra, Salsa Al Zahra, Salih Al Ghifari, Saputra Wijaksono, Septa Nur Aini, Samsudin, Sisnaningsih, Therene Liviane, Tarissa Fayola, Taufik Amaludin, Usman, Wira Alamanda, Yudhistira Pratama, dan Yulius Benardi.

Baca Juga :  Mozaik Perang Kembang, Kecamuk Perang Batin di Panggung Kehidupan

Menurut Herman Batin Mangku, jurnalis yang juga pelukis peserta pameran seni rupa “ Gelora 70 “ ini sangat menggairahkan kreativitas. “Baru kali ini puluhan pelukis dari penjuru Lampung serentak meramaikan helat pameran,” ujar Batin Mangku.

Pameran seni rupa “Gelora 70” lewat sentuhan kurator David memang beda. Ruang pameran tertata artistik dan menarik perhatian untuk diapresiasi. (Christian Saputro)