Terkait Pemberitaan di Media, Vera : Apa Mungkin Ia Sudah Pernah Mencicipi?

TRIMURJO, Sumaterapost.co – Berkaitan dengan pemberitaan disalah satu media yang berjudul “Berkedok Resto, Hotel Bar dan Cafe, New Starone diduga sarang Prostitusi”, Selasa 16/11 kemaren, pemberitaan tersebut intinya menduga sekaligus memvonis New Star one Cafe Karaoke yang berada dikawasan Kampung Purwodadi, Trimurjo, Lampung Tengah, sebagai sarang prostitusi atau tempat berbuat maksiat, Verra alias Cik Memey selaku owner sekaligus pemilik, merasa tidak terima dan menyesalkan tudingan atau fitnah yang tidak mendasar tersebut.

“Penerbitan pemberitaan itu, sebelumnya tidak dilakukan cek and ricek terlebih dahulu, dengan melakukan konfirmasi terhadap pemilik atau management bahkan setidaknya terhadap karyawan, ditambah setelah berita itu terbit dan dikirimkan ke saya, oknum yang diketahui bernama Rio, beberapa kali whats app (WA) saya, yang inti isinya seolah mengintimidasi dan arahnya menakut – nakuti dengan bahasa bahwa ia akan membuat berita yang lebih panas dan panas lagi,” ujar Memey.

Pemberitaan yang tidak tergambar cek and balant dan tidak melalui proses pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) ini, yang diduga hanya semata – mata didasari unsur ketidak puasan saja, pasalnya penulis berita tersebut sebelumnya memang hampir setiap malam ‘ngeroom’ dan bernyanyi ditempat hiburan ini, dasar dan pasalnya oknum yang belakangan diketahui sebagai wartawan yang tergabung disalah satu Forum Pers Kordinator Wilayah Kota Metro ini, pernah menyodorkan selembar kertas yang menurutnya proposal, namun itu ditolak atau tidak diisi.

“Proposal itu saya tolak, alasannya jika itu proposal yang sebenarnya mesti ada uraian rincian kegiatan serta jumlah biayanya yang dibutuhkan, termasuk waktu kegiatan, dan tempat hiburan ini berdiri diwilayah Kabupaten Lampung Tengah, bukan wilayah Kota Metro, sehingga oknum ini diperkirakan dongkolter, ” tegas Verra alias Memey ini.

Selain itu, menurut Owner yang juga sebagai Anggota Bhayangkari Polda Lampung ini, menjelaskan bahwa ada beberapa malam lalu, oknum wartawan yang menulis berita tersebut, sempat adu mulut dengan seorang karyawan Cik Liliy, lantaran ia hendak meminjam sejumlah uang, tapi karyawan itu mengatakan tidak punya uang.

“Akibat dua kejadian ini, tentunya menjadi dasar ‘kedongkolannya’ sehingga dijabarkan melalui suatu bentuk berita, walaupun berita tersebut tidak memenuhi unsur 5W – 1H, tentunya publik akan bisa menilai atas penyajian suatu pemberitaan, sehingga menduga tempat hiburan malam yang terletak diwilayah hukum Kabupaten Lampung Tengah ini, sebagai tempat atau sarang prostitusi, ” keluh Memey.

Terakhir diungkapkannya, bahwa pihaknya harus berpikir ulang jika hendak menyalah gunakan tempat usaha yang bermodalkan Milyaran tersebut menjadi tempat yang dimaksudkan itu, apalagi suami dari owner ini merupakan salah satu anggota aparat penegak hukum yang tentunya salah besar apa yang telah dituduhkan.

“Kami mempekerjakan para wanita hanya bertugas sebagai pemandu lagu (PL) saja, kalaupun diluar selepas jam kerja itu bukan urusan managemen, dan terserah mereka, atau apa mungkin ia sudah pernah mencicipi salah satu PL di cafe atau hotelku ? dengan siapa ? berapa ? kamar ? dan kapan ? karena tudingan yang seperti itu sangat merugikan, tempat ini ada izinnya dari pemerintah, dan telah seizin warga masyarakat sekitarnya, ” pungkasnya, (GH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here