SEMARANG — Jarum jam baru menunjukkan pukul 07.30 ketika Florence Thalia Tanamal bersiap memulai hari. Setelah sarapan, ia bergegas menuju Markas Alliance Française Semarang di Jalan Wahidin Nomor 54, Kaliwiru. Hari itu menjadi awal petualangannya mengikuti AF Semarang Fun Camp 2026, sebuah program yang mengubah pembelajaran bahasa Prancis menjadi pengalaman yang penuh kreativitas dan kegembiraan.
Selama tiga hari, Fun Camp menghadirkan pembelajaran yang jauh dari kesan kaku. Di bawah pendampingan mentor Mr. Sefi, peserta belajar melalui permainan edukatif, praktik budaya, penulisan kreatif, hingga kunjungan ilmiah. Pendekatan experiential learning membuat bahasa Prancis dipelajari melalui pengalaman langsung.
Direktur Alliance Française Semarang, Dra. Kiki Martaty Wijaya, mengatakan Fun Camp dirancang untuk memperkenalkan bahasa dan budaya Prancis dengan cara yang menyenangkan.
“Bahasa akan lebih mudah dipelajari ketika peserta mengalami dan mempraktikkannya secara langsung. Karena itu kami menggabungkan pembelajaran bahasa dengan aktivitas budaya, seni, dan eksplorasi,” ujarnya.
Sebanyak 14 peserta mengikuti kegiatan ini, yaitu Giselle Catahrina Pandoe, Evangeline Tiffany Tanamal, Florence Thalia Tanamal, Ni Nyoman Chitra Divyapuri, I Made Wiranuraga Kresnanta, Clifton Delphino Allejandro, Alexander Nugroho, Nicolas Khenapura Sindhunata, Petra Merseyside Reds, Dewi Julianti Alamsari, Hasna Janeeta Amany, Bryan Richardo Suryajaya, Adelia Rasya Putri Dearka, dan Angela Clarissa Putri Dearka.
Hari pertama menjadi pengalaman yang paling membekas bagi Florence. Bersama peserta lain, ia belajar percakapan dasar bahasa Prancis sekaligus membuat Le Parfait à la Fraise, hidangan penutup berbahan stroberi yang menjadi salah satu ikon kuliner Prancis. Baginya, memasak sambil mempraktikkan kosakata baru membuat proses belajar terasa lebih hidup dan menyenangkan.
Memasuki hari kedua, peserta diajak memahami struktur bahasa Prancis dan mengembangkan kemampuan menulis. Florence mengaku terkejut ketika akhirnya mampu menyusun sebuah cerita sederhana. Pengalaman tersebut membuatnya semakin percaya diri menggunakan bahasa yang sebelumnya terasa asing.
Puncak kegiatan berlangsung pada hari ketiga melalui kunjungan ke Planetarium UIN Walisongo Semarang. Di sana, peserta menjelajahi dunia astronomi dengan mengenal tata surya, Galaksi Bima Sakti, rasi bintang, serta berbagai benda langit melalui pertunjukan teater planetarium. Kosakata bahasa Prancis yang berkaitan dengan astronomi juga diperkenalkan sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual.
Menurut Florence, tiga hari mengikuti Fun Camp memberikan pengalaman yang tidak terlupakan. Ia tidak hanya memperoleh pengetahuan baru tentang bahasa Prancis, tetapi juga belajar menulis, mengenal budaya Prancis, hingga memahami keajaiban alam semesta. Baginya, belajar bahasa ternyata dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan ketika dipadukan dengan praktik, permainan, dan eksplorasi.
Melalui AF Semarang Fun Camp 2026, Alliance Française Semarang kembali menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa asing dapat menjadi ruang untuk membangun kreativitas, rasa ingin tahu, serta wawasan global. Program ini sekaligus mempertegas peran lembaga tersebut dalam mempererat hubungan budaya Indonesia dan Prancis melalui pendidikan yang inovatif dan berbasis pengalaman. (Christian Saputro)




