Warga Miskin Keluhkan Susahnya Urus Adminduk, Kios Pelayanan AKD di OI Masih Belum Maksimal

Ogan Ilir – Baru-baru ini Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar dengan didampingi Kepala Dinas Kependudukan Kabupaten Ogan Ilir Akhmad Lutfhi meresmikan kios pelayanan Admistrasi Kependudukan Daring (AKD). Namun kenyataannya, banyak masyarakat khususnya warga kurang mampu dan gagap teknologi (gaptek) banyak yang belum bisa merasakan manfaat dari adanya kios pelayanan online gratis tersebut.

Susahnya mengurus administrasi kependudukan tersebut dirasakan oleh Maisaroh yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tebang tebu ini. Kepada media ini, dirinya mengaku sangat kesulitan untuk mengurus surat pindah. Dijelaskan Maisaroh sebelumnya ia bertempat tinggal di desa Tanjung Temiang Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir dan bermaksud untuk pindah tempat tinggal di RT 03 LK Il Kelurahan Tanjung Raja Timur.

“Saya kan mau ngurus surat pindah tapi susah nian karena harus lewat hp (online) sementara saya tidak punya hp android. Pertama saya sudah bolak balik ngurus persyaratan yang dari Desa Tanjung Temiang dulu. Setelah semuanya dilengkapi saya ke Kecamatan Tanjung Raja. Oleh petugasnya disuruh ke kios pelayanan online di Kelurahan Tanjung Raja Timur. Tapi di sanapun tetap tidak bisa diurus karena gangguan server. Lalu di suruh mereka ke Kecapil langsung”, ujar Ibu 2 anak ini di kediamannya sepulang dari kantor Disdukcapil OI, Senin (30/8) sore.

Baca Juga :  Plt Bupati Muba Apresiasi Peresmian Gedung Taman Baca Bunga Tanjung Pertiwi

Lebih lanjut dikatakannya, setelah sampai di Disdukcapil OI, ia bersama dua orang lainnya yang juga hendak mengurus administrasi kependudukan seperti dirinya. Namun lagi-lagi usaha yang dilakukannya gagal. kedua orang yang bersamanya pun tak bisa mengurus online sendiri meskipun telah memiliki hp android. Maisaroh tetap meminta agar diurus langsung, akan tetapi petugas Disdukcapil mengatakan ini tetap harus lewat online. Saat ia menjelaskan bahwa dirinya tidak mengerti dan tidak memiliki hp android. Petugas tersebut kembali mengatakan, minta tolong pakai hp anak di rumah atau pinjam hp tetangga.

“Di kantor Capil, sudah saya bilang dan memohon-mohon pada petugas di sana, tolong bantu urus surat pindah, pembaruan KK, dan pembuatan KTP karena selama ini masih memakai KTP sementara belum punya KTP elektronik. Tapi petugasnya bilang tetap tidak bisa dan pinjam saja hp tetangga. Anak saya baru kelas 4 SD dan tak punya hp, mau pinjam tetangga tidak berani. Mau beli hp android itu mahal sedangkan upah benang tebu cuma 200/Minggu. Dan demi ngurus ini langsung, saya tidak nebang tebu hari ini”, bebernya.

Baca Juga :  Kordinator Fober LSM Sumsel Kecewa Surat Untuk Gubernur Malah Diserahkan Kesbangpol

Sementara operator pelayanan online di Kelurahan Tanjung Raja Timur saat dikonfirmasi mengatakan, kemaren kami kan sudah dibimtek tapi memang servernya lagi di-update dan di Desa lain pun banyak yang tertunda pengajuannya. Dikatakannya, melalui chatting, ia sempat menanyakan kapan baru aktif lopecapil, biar kami bisa menjelaskan dengan masyarakat dan memang belum bisa.

“Mohon maaf ya pak, belum bisa. Jadi, kalau ibu itu nak ngurus surat pindah langsung ke Kecapil saja, nanti berkasnya saya bawa lagi ke kantor”, terangnya via chat aplikasi WhatsApp.

Terpisah, Sekretaris Disdukcapil OI Ferdian Riza Yudha saat dikonfirmasi mengatakan, kios itu justru dibuat untuk orang yang tak punya hp dan tidak bisa membaca. Kalau dia punya hp dan bisa baca maka ybs bisa mengurus langsung dari rumahnya memakai hpnya sendiri. Kalau dia tidak bisa barulah ke kios yang ada di wilayahnya.

“Untuk maksimalnya pelayanan kios Desa insya allah bertahap. Secara operator Desa inikan mungkin belum paham betul aplikasinya. Atau mungkin ada kendala-kendala non teknis lain seperti sinyal dsb. Tapi yakin lah, tidak lama lagi mereka akan pandai menggunakan aplikasinya.Tim dari Dukcapil ini kan memonitor terus setiap harinya dari kantor. Jadi kami bisa melihat desa mana yang off atau on layanan onlinenya. Termasuklah masalah sinyal putus-putus tadi itu mungkin karna jarak atau memang daerah tersebut lemah sinyal. Nanti akan sambil terus dicarikan alternatif/solusi yang lebih baik”, jelasnya via WAnya, Senin (30/08) malam.

Baca Juga :  Sambil Meninjau Karhutla Dari Udara, Kodim 0402/OKI-OI Kunjungi Perairan Sugihan & Sungai Menang

Sementara Kadapi (suami Maisaroh) yang baru pulang kerja kuli tebang tebu langsung menyampaikan harapannya kepada Pemerintah agar dalam hal pengurusan administrasi kependudukan ini lebih dipermudah terlebih bagi masyarakat kecil seperti mereka.

“Kami mohon pada Pemerintah, tolong dipermudah urusan ini. Kami hanya ingin ngurus KTP, KK, dan surat pindah biar status kependudukan kami ini jelas. Kalau begini kan, kami ini tak jelas identitas saja kami tak punya. Kami masih memakai KTP sementara.

Mana yang katanya mudah bikin KTP dan lainnya, kenyataannya malah sangat sulit. Kami tak bisa ngurus sendiri karena tak ngerti online dan tak punya hp android, untuk hidup sehari-hari lagi susah apalagi untuk beli hp. Tolong, bantu kami agar dimudahkan ngurus surat pindah serta KK dan KTP elektronik biar jelas identitas kami sebagai WNI”, ungkapnya. “Tim F’R”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here