JAKARTA — Kompetisi seni lukis bergengsi tingkat Asia Tenggara, UOB Painting of the Year (POY), kembali hadir di Indonesia. Memasuki tahun ke-16 penyelenggaraan, ajang yang diinisiasi oleh UOB Indonesia ini membuka kesempatan bagi para perupa dari berbagai generasi untuk menampilkan karya terbaik sekaligus menembus jejaring seni rupa internasional.
Mengusung tema “From canvas to new horizons, your artistic journey begins here”, kompetisi ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi artistik, tetapi juga wadah strategis untuk pengembangan karier seniman Indonesia di kancah regional. Selama lebih dari satu dekade, POY dikenal sebagai salah satu kompetisi seni rupa paling prestisius di Asia Tenggara yang telah melahirkan banyak nama penting dalam dunia seni kontemporer.
Tahun ini, kompetisi dibuka untuk dua kategori utama: Established Artist bagi seniman profesional, dan Emerging Artist bagi seniman pendatang baru. Melalui pembagian kategori ini, UOB Indonesia berupaya memberikan ruang yang setara bagi seniman mapan maupun generasi baru yang tengah berkembang.
Dewan juri tahun ini menghadirkan tiga figur terkemuka dalam dunia seni rupa Indonesia, yakni koreografer dan seniman performans Melati Suryodarmo, akademisi seni rupa Dr. Agung Hujatnika, M.Sn., serta perupa Heri Pemad. Mereka akan menilai karya peserta berdasarkan kekuatan gagasan, eksplorasi artistik, teknik, serta relevansi karya terhadap perkembangan seni rupa kontemporer.
Total hadiah yang diperebutkan mencapai ratusan juta rupiah. Pada kategori utama UOB Painting of the Year Award, pemenang Gold Award akan membawa pulang hadiah sebesar Rp250 juta. Posisi kedua (Silver Award) dan ketiga (Bronze Award) masing-masing menerima Rp100 juta dan Rp80 juta.
Sementara itu, kategori Most Promising Artist of the Year Award yang dikhususkan bagi seniman muda menawarkan hadiah utama sebesar Rp50 juta. Kategori ini juga menyediakan Gold Award senilai Rp55 juta, Silver Award Rp40 juta, Bronze Award Rp25 juta, serta penghargaan tambahan senilai Rp20 juta.
Selain nilai finansial yang signifikan, kompetisi ini dikenal membuka pintu bagi para pemenang untuk masuk dalam jejaring seni rupa regional Asia Tenggara. Dalam edisi-edisi sebelumnya, karya-karya pemenang dari Indonesia berhasil menarik perhatian internasional, memperluas akses terhadap ruang pamer, program residensi, hingga kolaborasi lintas negara.
Pendaftaran dan pengiriman karya dibuka mulai 6 Mei hingga 31 Juli 2026 melalui platform digital resmi UOB Painting of the Year Indonesia. Peserta dapat mengirimkan karya mereka melalui laman pendaftaran daring yang disediakan panitia.
Di tengah dinamika industri kreatif dan seni visual yang semakin pesat, UOB Painting of the Year dipandang bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang penting bagi lahirnya gagasan-gagasan artistik baru. Ajang ini juga menjadi penanda bahwa seni rupa Indonesia terus tumbuh sebagai kekuatan budaya yang memiliki daya saing tinggi di tingkat global. (Christian Saputro)




