SEMARANG — Kota Semarang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu simpul perkembangan musik klasik di Indonesia. Melalui rangkaian program Echoes of Life Presents, komunitas seni dan pendidikan musik di kota ini menghadirkan tiga kelas master internasional untuk instrumen violin, gitar klasik, dan violoncello pada 29 Mei 2026 di Maxi Brain Concert Hall, Rinjani 18, Semarang.
Program tersebut menghadirkan tiga musisi dengan reputasi nasional maupun internasional, yakni pemain violin Riana Heath, gitaris klasik Mardian Bagus, serta violoncellist sekaligus dirigen Asep Hidayat Wirayudha atau yang dikenal sebagai Dhen Hidayat. Ketiganya dijadwalkan berbagi pengalaman artistik, teknik permainan, hingga perspektif profesional kepada peserta dari berbagai daerah.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang pelatihan teknis bagi musisi muda, melainkan juga wadah pertukaran gagasan dan jejaring kreatif lintas generasi. Dalam beberapa tahun terakhir, masterclass musik klasik semakin diminati karena dianggap mampu menjembatani kebutuhan pendidikan formal dengan pengalaman langsung dari para praktisi panggung.
Riana Heath membuka sesi Violin Masterclass pada Jumat pagi pukul 09.00 WIB. Kehadirannya dinilai menarik perhatian kalangan pelajar musik karena dikenal aktif dalam pengembangan pendidikan violin dan pertunjukan musik kamar.
Sementara itu, gitaris klasik Mardian Bagus akan membawakan Guitar Masterclass pada hari yang sama. Musisi yang menempuh studi di Conservatorio Stanislao Giacomantonio, Italia, tersebut dikenal luas sebagai performer sekaligus pengajar di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Kiprahnya di dunia gitar klasik Indonesia menjadikan sesi ini dipandang penting bagi gitaris muda yang ingin memperdalam interpretasi dan teknik repertoar klasik.
Adapun Violoncello Masterclass menghadirkan Asep Hidayat Wirayudha, figur yang dikenal aktif sebagai solois, musisi musik kamar, sekaligus konduktor di berbagai panggung musik nasional. Pengalamannya dalam dunia orkestra dan pertunjukan dinilai memberi perspektif luas mengenai disiplin musikal dan dinamika profesi musisi klasik di Indonesia.
Owner sekaligus Founder Maxi Brain Academy, Pauline Wonoadi, mengatakan program tersebut lahir dari keinginan menghadirkan ruang belajar yang terbuka bagi generasi muda Indonesia untuk bertumbuh melalui musik. Menurutnya, musik bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan bahasa universal yang membentuk kepekaan, disiplin, dan karakter manusia.
“Melalui masterclass ini, kami ingin membuka akses bagi generasi muda untuk belajar langsung dari para musisi dan pendidik yang memiliki pengalaman nasional maupun internasional. Kehadiran Riana Heath, Mardian Bagus, dan Asep Hidayat Wirayudha menjadi kesempatan berharga untuk memperluas wawasan musikal sekaligus menumbuhkan semangat kolaborasi di antara para peserta,” ujar Pauline.
Ia menilai Semarang memiliki potensi besar sebagai kota yang berkembang dalam bidang seni dan pendidikan. Karena itu, Maxi Brain Academy berkomitmen menghadirkan program-program berkualitas guna memperkuat ekosistem musik klasik dan seni pertunjukan di Indonesia.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi kelas singkat, tetapi juga pengalaman artistik yang menginspirasi, memantik keberanian berkarya, dan melahirkan generasi musisi yang mampu membawa nama Indonesia ke panggung dunia,” katanya.
Penyelenggara menyebut kegiatan tersebut terbuka bagi pelajar, mahasiswa, guru musik, maupun masyarakat umum yang memiliki minat terhadap musik klasik. Selain memperkuat atmosfer edukasi seni di Semarang, acara ini juga diharapkan menjadi ruang lahirnya kolaborasi baru antar-musisi muda Indonesia.
Di tengah dominasi budaya populer digital, penyelenggaraan masterclass seperti Echoes of Life Presents memperlihatkan bahwa musik klasik tetap memiliki ruang hidup yang kuat di kalangan generasi muda. Semarang pun perlahan berkembang bukan hanya sebagai kota perdagangan dan pendidikan, tetapi juga sebagai panggung penting bagi pertumbuhan ekosistem seni pertunjukan di Indonesia.
Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan partisipasi kegiatan dapat diperoleh melalui Maxi Brain Concert Hall, Rinjani 18, Semarang, atau menghubungi panitia di nomor 0895 373 582 323. (Christian Saputro)




