SEMARANG, Sumatera Post — Universitas Diponegoro terus memperluas jejaring internasional melalui kegiatan Sosialisasi Program Beasiswa LPDP France Doktor dan LPDP–Université Paris-Saclay 2026 yang digelar di Gedung Rektorat Widya Puraya, Tembalang, Semarang, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan kalangan akademik Indonesia dan Prancis dalam upaya memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi, riset, serta peluang studi doktoral bagi mahasiswa Indonesia.
Hadir dalam kegiatan itu Atase Kerja Sama Pendidikan dan Universitas Prancis di Indonesia, Antoine Bricout, yang memaparkan berbagai peluang beasiswa dan program kemitraan akademik antara Indonesia dan Prancis.
Delegasi Prancis turut didampingi Direktur Alliance Française Semarang, Kiki Martaty Widjaya, selama rangkaian kunjungan dan sesi sosialisasi berlangsung.
Rombongan diterima secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Wijayanto bersama jajaran pimpinan fakultas di lingkungan Universitas Diponegoro.
Dalam sambutannya, Wijayanto menekankan pentingnya internasionalisasi perguruan tinggi melalui penguatan kerja sama global dan peningkatan mobilitas akademik.
“Kolaborasi internasional seperti ini menjadi bagian penting dalam memperkuat budaya riset dan konektivitas akademik Universitas Diponegoro dengan dunia internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Antoine Bricout menyebutkan bahwa Prancis membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan perguruan tinggi di Indonesia, terutama pada bidang sains, teknologi, kesehatan, lingkungan, dan riset multidisipliner.
Menurutnya, program LPDP France Doktor dan LPDP–Université Paris-Saclay diharapkan dapat melahirkan generasi peneliti muda Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global.
Sesi sosialisasi berlangsung interaktif dan diikuti mahasiswa, dosen, peneliti, serta pengelola kerja sama internasional dari berbagai fakultas. Peserta mendapatkan informasi mengenai mekanisme pendaftaran, sistem pendidikan tinggi Prancis, peluang riset bersama, hingga pengalaman akademik di Université Paris-Saclay yang dikenal sebagai salah satu pusat riset unggulan di Eropa.
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan hubungan akademik Indonesia dan Prancis dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, inovasi, dan diplomasi pendidikan tinggi. (Christian Saputro)




