SEMARANG — Perkembangan Asosiasi Dong Yue Taiji Quan Indonesia (ADYTI) DPC Kota Semarang menunjukkan tren positif sejak berdiri pada 2018. Berawal dari sekitar 15 anggota, kini komunitas Tai Ji Quan tersebut telah memiliki lebih dari 40 anggota, dengan 25–30 orang aktif mengikuti latihan rutin.
Didirikan pada 2018 di kawasan Jalan Plampitan dan diresmikan oleh pengurus pusat ADYTI Jakarta, organisasi ini terus bertumbuh. Latihan yang semula berpindah-pindah lokasi, kini rutin digelar di Taman Nada Brumbungan, Semarang Timur. Sementara sekretariat berada di kawasan Tlogosari.
Pelatih ADYTI Semarang, Ali Wihana, menjelaskan bahwa perkembangan anggota terjadi secara bertahap seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga pernapasan.
“Awalnya hanya sekitar 15 orang. Sekarang sudah lebih dari 40 anggota. Yang aktif latihan sekitar 25 sampai 30 orang karena keterbatasan tempat,” ujarnya.
ADYTI Semarang telah mengikuti berbagai ajang di tingkat daerah maupun nasional, termasuk di Solo, Wonogiri, dan Bandung. Beberapa kali tim berhasil meraih juara dua dan juara tiga dalam kompetisi tingkat nasional.
Menurut Ali, seluruh materi lomba ditetapkan oleh ADYTI pusat sehingga standar jurus seragam di seluruh Indonesia. “Materinya sama. Pusat yang menentukan jurus apa yang dilombakan, jadi kualitasnya terjaga,” katanya.
Latihan dilaksanakan tiga kali sepekan, setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu, dengan total 12 kali pertemuan dalam sebulan. Iuran pada 2026 ditetapkan Rp30.000 per bulan. ADYTI terbuka bagi semua kalangan tanpa membedakan usia, etnis, maupun agama.
Selain jurus tangan kosong, latihan juga mencakup penggunaan berbagai properti seperti pedang, tongkat pendek dan panjang, kipas, hingga horse whisk (kebutan). Menurut Ali, setiap alat memiliki filosofi gerak dan konsentrasi tersendiri yang melatih keseimbangan tubuh dan pikiran.
“Taiji ini bukan hanya gerak, tapi olah napas dan konsentrasi. Gerakan berasal dari dalam tubuh, pikiran harus fokus pada jurus agar tidak mudah lupa dan tetap tajam,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD Jawa Tengah ADYTI, Sri Maryatun, menegaskan bahwa pembinaan ADYTI berada dalam ekosistem olahraga masyarakat melalui Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), yang bernaung di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora).
“KORMI adalah wadah olahraga masyarakat. ADYTI menjadi bagian di dalamnya dengan fokus pada kebugaran, kesehatan, dan pelestarian budaya,” ujarnya.
ADYTI DPC Kota Semarang secara resmi tercatat sebagai anggota KORMI Kota Semarang pascapandemi Covid-19 setelah melengkapi administrasi organisasi. Sejak itu, ADYTI aktif berpartisipasi dalam berbagai festival dan kegiatan olahraga rekreasi tingkat kota.
Ketua DPC ADYTI Kota Semarang, Lin Sien Hien, menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong regenerasi, khususnya dari kalangan muda. “Harapannya generasi muda tumbuh bersama taiji. Rakyat sehat, negara kuat, dan budaya tetap lestari,” katanya.
Bagi masyarakat yang ingin bergabung dan berlatih di Taman Nada Brumbungan, dapat menghubungi: Ineke (0856 4196 8855) atau JoanNita (0812 2903 875).
Dengan konsistensi latihan, biaya terjangkau, serta dukungan pembinaan melalui KORMI, ADYTI DPC Kota Semarang optimistis terus berkembang sebagai salah satu pilar olahraga masyarakat di Kota Semarang.
(Christian Saputro)




