” Karena Berbohong Hamil, Dan Viral Di Medsos, Kini Pasutri Jadi Tersangka UU ITE “

Sumaterapost.co Gowa Sulsel, -Penyidik Satreskrim Polres Gowa menetapkan pasangan suami istri (NH) Alias Ivan Umur (26) Tahun dan (AM) Alias Riana Umur (33) Tahun sebagai tersangka pasca viral di Medsos terkait berita bohong tentang kehamilannya saat dan pasca mengalami penganiayaan oleh oknum Satpol PP Gowa beberapa bulan yang lalu.

Penetapan tersangka berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan tim penyidik. Kamis, 18/11/2021 Kemarin.

Diketahui sebelumnya NH Alias Ivan Umur (26) Tahun dan AM Alias Riana Umur (33) Tahun di polisikan oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulsel karena berbohong hamil dan pecah ketuban saat dan pasca terjadinya aksi penganiayaan oleh oknum satpol PP Gowa pada Kamis, (22/07/2021 Lalu.

Atas laporan tersebut pihak penyidik Sat Reskrim Polres Gowa melakukan penyelidikan, pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan saksi ahli hingga membawa perempuan Amriana ke RS untuk memastikan kehamilannya melalui tes ultrasonografi.

Dari hasil tes tersebut diketahui tersangka Riana tidak hamil seperti yang diutarakan selama ini baik saat terjadinya aksi penganiayaan hingga postingan di media sosial bahkan, dari data PK 21 Kecamatan Bajeng (BKKBN ) penyampaian MOW ( metode operasi wanita ) dinyatakan bahwa saudari Riana tutup kandungan.

Kedua pelaku ini telah menyebarkan berita bohong lewat media sosial dengan modus menimbulkan keonaran di masyarakat dan berlatar belakang mendapatkan simpati masyarakat (motif) dan terhadap kasus ini penyidik telah mengamankan berbagai barang bukti.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan dari Pasutri ini pihak kepolisian menjerat tersangka dengan UU ITE dengan Pasal 14 Ayat 1 UU No 1 tahun 1946 ttg hukum pidana dan atau pasal 45 a ayat 2 UU ITE dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara, ” Jelas kasi humas Polres Gowa Akp. M Tambunan. Jumat, 19/11/2021 Siang tadi saat di konfirmasi di halaman kantor Polres Gowa. ****(Sahrul). Mks