Motivasi Pegiat Literasi, Gramedia Serahkan Paket Sembako

Brebes SumateraPost.co – PT Kompas Gramedia Group, perusahaan yang dikenal di bidang media massa dan percetakan buku turut berkontribusi terhadap kondisi bangsa di saat ini. Melalui Dana Kemanusiaan Kompas, bantuan peduli Covid-19 berupa 100 paket sembako dibagikan kepada Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM), TBM dan komunitas baca di Kabupaten Brebes.
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH mengucapkan terima kasih kepada Gramedia, karena di masa pandemi yang hampir dua tahun ini banyak pihak yang tergerak untuk peduli kepada masyarakat.
“Bantuan ini tentu akan memotivasi para pegiat literasi untuk terus membudayakan membaca, meski di tengah keterbatasan pandemi,” ucap Idza usai menyerahkan secara simbolis bantuan di Pendopo Bupati Brebes, Sabtu (25/9).
Idza juga mengapresiasi perjuangan pegiat literasi, karena bukan hal yang mudah mengajak generasi saat ini untuk gemar membaca. Dikatannya, literasi penting untuk membuka cakrawala, karena dengan membaca segala cita-cita akan dapat diraih.
“Pemkab Brebes tentunya mendukung gerak langkah para pegiat literasi, melalui koordinasi dinas terkait dengan program fasilitasi agar literasi lebih baik lagi,” tuturnya.
Pimpinan Gramedia Group Tegal Darwanto menjelaskan, Gramedia memiliki lembaga non profit yaitu Dana Kemanusiaan Kompas, yang dibentuk karena banyaknya simpati dan kepedulian dari pembaca juga pihak lain.
“Atas dasar kepedulian itu, kami membentuk lembaga yang juga bergerak di sisi kemanusiaan, apa lagi saat kondisi pandemi banyak donatur yang ikut berpartisipasi,” ungkapnya.
Lanjut Darwanto, amanah donatur ini diharapkan bisa menjadi semangat untuk penggerak literasi, baik FTBM maupun komunitas baca lainnya. Dia pun berharap semakin banyak masyarakat tergerak untuk rajin membaca.
“Mungkin harga buku dirasa mahal, namun saat ini sudah banyak bacaan yang diakses secara online, dan merupakan kebiasaan masyarakat,” ucapnya.
Ketua FTBM Kabupaten Brebes Kustoro Wihanjayanto mengatakan, akan terus bergerak untuk budaya literasi di Kabupaten Brebes. Adanya bantuan ini tentu merupakan bentuk perhatian bagi relawan literasi.
“Selain lingkup komunitas, kami juga telah bergerak di lingkup formal. Dimulai dari guru dan murid untuk bersama meningkatkan kemampuan literasi, sehingga sekolah juga berbasis literasi, guna menghadapi isu nasional,” tuturnya.
Menurut Kustoro, saat ini buku menjadi tangga darurat, karena kemudahan literasi digital. Meski demikian, buku tidak bisa dilepaskan. Bila terjadi kendala akses digital, buku jadi satu satunya tangga penyelamat.
“Kami pun ingin terus meningkatkan kemampuan literasi, namun juga perlu dukungan dari pemerintah daerah agar lebih diperhatikan demi kemajuan literasi,” pungkasnya.

Baca Juga :  Danramil Karangmalang Rakor Covid

Pada kesempatan tersebut juga diberikan bantuan aqua serta vaksinasi bagi pegiat literasi. Turut hadir Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Tetty Yuliana, Perwakilan OPD terkait, dan komunitas baca di Kabupaten Brebes.
(Hms/sugiarto).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here