SEMARANG — Semangat Raden Ajeng Kartini terasa hidup dalam sapuan warna dan goresan kuas di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Minggu (19/4/2026). Dewan Kesenian Semarang (Dekase) berkolaborasi dengan Konco Pelukis menggelar kegiatan “Melukis Bersama”, menghadirkan ruang ekspresi yang hangat sekaligus memperkuat jejaring komunitas seni rupa di Kota Semarang.
Sebanyak 14 seniman ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka melukis langsung di lokasi, menghadirkan beragam gaya dan karakter visual yang mencerminkan dinamika kreatif kota. Interaksi antara seniman, model, dan pengunjung menciptakan suasana artistik yang cair—mendekatkan proses berkarya kepada publik secara lebih terbuka.
Mengusung tema Kartini, acara ini turut menghadirkan dua figur perempuan sebagai model sekaligus simbol inspirasi, yakni Melly Pangestu, anggota DPRD Kota Semarang dari PSI, dan Lina Soeratman Tedjokusumo, pemilik Collabox Creative Hub. Kehadiran keduanya menegaskan peran penting perempuan dalam mendorong kreativitas dan partisipasi di ruang publik.
“Ya baru sekali ini jadi model. Luar biasa, keringetan juga, tapi senang ternyata bisa digambar oleh seniman Kota Semarang. Akhirnya saya jadi ‘bintang’ di seni rupa,” ujar Melly sambil tersenyum.
Sementara itu, Lina menilai kegiatan ini membuka ruang perjumpaan yang lebih dekat antara pelaku seni dan masyarakat.
“Menarik sekali. Biasanya saya hanya melihat Bu Melly di billboard, sekarang bisa bertemu langsung. Semoga kegiatan seperti ini bisa berlanjut hingga menjadi pameran, bahkan membuka peluang penjualan karya,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Tesla Paint yang menyediakan bahan cat bagi para pelukis. Kolaborasi ini menjadi contoh sinergi antara pelaku industri dan komunitas seni dalam memperkuat ekosistem kreatif lokal.
Dekase bersama Konco Pelukis berencana menjadikan “Melukis Bersama” sebagai agenda rutin bulanan setiap minggu ketiga. Ke depan, karya-karya yang dihasilkan akan dikurasi dan dipamerkan, membuka peluang apresiasi yang lebih luas sekaligus mendukung keberlanjutan praktik seni rupa di Semarang. (Christian Saputro)




