Semarang — Di sebuah ruang sederhana di kawasan Jagalan, komitmen politik kembali diterjemahkan dalam tindakan nyata. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyalurkan bantuan pendidikan melalui program bertajuk “Gajah Pintar”, Rabu (11/2/2026), sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus menegaskan kehadiran kader legislatif di tengah masyarakat.
Puluhan siswa dari berbagai jenjang, mulai sekolah dasar hingga sekolah menengah, menerima bantuan berupa perlengkapan sekolah dan dukungan biaya pendidikan. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh jajaran pengurus DPP dan DPW PSI Jawa Tengah, disaksikan para orang tua yang hadir dengan wajah penuh harap.
Ketua DPP PSI Bidang Pembinaan Fraksi dan Anggota Legislatif, Melky Jakhin Pangemanan, menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama pembangunan bangsa—bukan sekadar agenda, melainkan prioritas perjuangan.
“Melalui program Gajah Pintar, kami ingin memastikan tidak ada anak Indonesia yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa,” ujarnya.
Menurut Melky, program ini bukan sekadar kegiatan sosial yang berhenti pada seremoni. Ia menyebutnya sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan politik yang solutif dan berdampak langsung.
“PSI ingin memastikan anggota legislatif kami tidak hanya bekerja di ruang-ruang sidang, tetapi juga hadir secara nyata menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Nama “Gajah Pintar” dipilih sebagai simbol kekuatan dan kebijaksanaan—dua nilai yang diyakini menjadi bekal penting dalam perjalanan pendidikan dan perubahan sosial. Program ini merupakan bagian dari gerakan sosial PSI yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bendahara Umum DPP PSI Farhana Nabila Hanifah, Ketua DPW PSI Jawa Tengah Antonius Yogo, pengurus partai, serta anggota DPRD Kota Semarang.
Tak hanya bantuan pendidikan, pada kesempatan yang sama PSI juga menyerahkan bantuan kepada lima keluarga korban kebakaran di Semarang. Sebuah penegasan bahwa solidaritas sosial tak boleh berhenti pada kata-kata.
Bagi Christiana, warga Tlogosari yang anaknya menjadi salah satu penerima bantuan, perhatian itu terasa nyata.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami.
Setidaknya meringankan beban biaya sekolah anak. Semoga program seperti ini terus berlanjut,” tuturnya.
Melalui “Gajah Pintar”, PSI berharap dapat mengambil langkah konkret dalam mendukung pemerataan pendidikan sekaligus mempererat hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya. Sebab pada akhirnya, politik yang bermakna adalah politik yang menghadirkan dampak—bukan hanya wacana, melainkan kerja nyata bagi masa depan generasi muda.
(Christian Saputro)




