SEMARANG — Bulan suci Ramadan dimaknai sebagai momentum berbagi oleh jajaran Dewan Pimpinan Cabang Partai Solidaritas Indonesia (PSI) se-Kota Semarang. Pada 24 Februari 2026, pengurus DPC PSI secara serentak turun ke jalan membagikan takjil kepada masyarakat di berbagai titik di Kota Semarang.
Kegiatan sosial ini menjadi wujud kepedulian sekaligus kebersamaan dengan warga. Ratusan paket takjil dibagikan kepada pengguna jalan, pekerja informal, hingga masyarakat sekitar menjelang waktu berbuka puasa. Kehadiran para kader di tengah masyarakat pun mendapat respons hangat dari warga yang melintas.
Anggota DPRD Kota Semarang dari PSI, F Tika Mantofani, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen kader di tingkat akar rumput.
“Kami DPC-DPC PSI se-Kota Semarang tetap kompak bekerja untuk rakyat, apalagi dalam bulan baik seperti saat ini,” ujarnya di sela kegiatan.
Aksi serentak ini sekaligus menjawab berbagai spekulasi pasca mundurnya sejumlah pengurus beberapa waktu lalu. Para kader memastikan struktur partai di tingkat cabang tetap solid dan aktif menjalankan kegiatan sosial maupun konsolidasi organisasi.
DPC PSI di daerah pemilihan (dapil) 1, misalnya, disebut terus bersatu mempersiapkan berbagai agenda Ramadan sekaligus menyongsong tahapan verifikasi politik ke depan. “Semarang kandang gajah,” ujar Melly Pangestu, menegaskan optimisme kader di tingkat kota.
Sementara itu, Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yoga Prabowo, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pembenahan internal terus dilakukan hingga ke tingkat paling bawah di wilayah Jawa Tengah.
“Yang paling penting kita melakukan pembenahan organisasi ke arah yang lebih baik menuju beberapa agenda politik ke depan sembari terus berbuat untuk masyarakat bawah,” kata Yoga.
Plt Ketua DPC PSI Kota Semarang, Ari Nugroho, menambahkan bahwa konsolidasi politik tidak hanya dilakukan melalui rapat dan koordinasi internal, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh langsung masyarakat.
Menurutnya, kegiatan berbagi takjil menjadi simbol bahwa politik tidak selalu identik dengan kontestasi, tetapi juga pelayanan sosial. “Kami mendorong seluruh kader untuk terus turun ke bawah, mendengar, dan berbuat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Di tengah dinamika politik yang terus bergerak, aksi berbagi takjil ini menjadi pesan bahwa solidaritas dan kepedulian tetap menjadi napas perjuangan kader PSI di Kota Semarang. Ramadan pun menjadi ruang refleksi: bahwa kerja politik sejatinya berangkat dari empati dan keberpihakan kepada rakyat. (Christian Saputro)




