SEMARANG — Ruang seni rupa kontemporer kembali membuka peluang bagi generasi muda. Program ARTSUBS 2026 resmi mengumumkan panggilan terbuka (open call) bagi seniman Indonesia berusia 18 hingga 35 tahun untuk berpartisipasi dalam edisi tahun ini.
Mengusung tema “Batas, Ambang, dan Seberang (Border, Threshold, and Beyond)”, ARTSUBS 2026 mengajak para seniman untuk mengeksplorasi perjumpaan—baik antara ide, medium, teknologi, maupun pengalaman—yang selama ini membentuk lanskap seni kontemporer.
Pendaftaran dibuka hingga 15 Mei 2026 pukul 23.59 WIB, dengan seluruh dokumen dikirimkan secara daring melalui formulir aplikasi resmi.
Kurator ARTSUBS 2026, Asmudjo J. Irianto dan Nirwan Dewanto, dalam nota kuratorialnya menegaskan bahwa seni hari ini tidak lagi berdiri dalam batas-batas yang kaku.
“Seni kontemporer adalah medan perjumpaan. Di sana batas antara disiplin, medium, bahkan antara yang nyata dan digital, menjadi cair dan saling meresapi,” tulis keduanya.
Tema yang diusung tahun ini, menurut mereka, tidak dimaksudkan sebagai kategori yang membatasi, melainkan sebagai spektrum kemungkinan. Para seniman didorong untuk merespons empat wilayah gagasan: batas yang dijaga, dilenturkan, diseberangi, hingga dibuka melalui kolaborasi lintas disiplin.
Dalam ketentuan yang dirilis panitia, peserta diwajibkan merupakan warga negara Indonesia dengan usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun pada akhir 2026. Setiap peserta harus mengirimkan karya baru yang dibuat pada periode 2025–2026 dan belum pernah dipamerkan sebelumnya.
Karya dapat berupa medium bebas—mulai dari dua dimensi, tiga dimensi, hingga video—dengan batasan teknis tertentu. Untuk karya video, durasi maksimal adalah 20 menit, sementara karya instalasi dibatasi ukuran maksimal 2 x 2 x 2 meter. Setiap seniman dapat mengajukan maksimal tiga karya atau tiga seri karya.
Selain karya, peserta juga diwajibkan menyertakan dokumen pendukung, seperti biografi singkat, portofolio, curriculum vitae, serta konsep karya dalam format PDF. Panitia menekankan pentingnya kejelasan gagasan, termasuk penjelasan teknis presentasi karya di ruang pamer.
“Kami tidak hanya mencari karya yang selesai secara visual, tetapi juga gagasan yang kuat dan relevan dengan tema,” tulis panitia dalam pengumuman resminya.
Salah satu poin penting dalam seleksi adalah keaslian karya. Setiap peserta wajib menandatangani pernyataan bahwa karya yang diajukan merupakan hasil ciptaan sendiri dan bukan bentuk plagiarisme.
Bagi karya kolaboratif, seluruh anggota tim diwajibkan melengkapi data identitas, portofolio, serta biografi masing-masing.
Menariknya, seniman yang lolos seleksi tidak hanya akan memamerkan karyanya, tetapi juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan tim kurator dan manajemen ARTSUBS untuk mengembangkan presentasi karya secara lebih optimal.
Panitia juga menanggung biaya pengiriman dan pengembalian karya, sementara proses pengemasan tetap menjadi tanggung jawab seniman.
Dalam lanskap seni rupa yang terus berubah, ARTSUBS 2026 hadir bukan sekadar sebagai ajang pameran, tetapi sebagai ruang percakapan.
Nota kuratorial menekankan bahwa perjumpaan dalam seni tidak selalu menghadirkan harmoni. Justru dari gesekan, ketegangan, dan ketidakpastian, lahir kemungkinan-kemungkinan baru yang memperkaya pengalaman artistik.
“Seni memberi ruang bagi pertanyaan untuk tetap tinggal,” tulis kurator. “Ia tidak selalu menawarkan jawaban, tetapi membuka kemungkinan bagi cara pandang yang berbeda.”
Dengan tema yang menyoroti batas dan perlintasan, ARTSUBS 2026 menjadi refleksi atas kondisi seni hari ini—di mana seniman tidak lagi sekadar bekerja dalam medium, tetapi juga dalam jaringan gagasan yang luas: dari tradisi hingga teknologi, dari tubuh hingga kecerdasan buatan.
Bagi seniman muda, panggilan ini menjadi kesempatan untuk tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga menempatkan diri dalam percakapan yang lebih besar tentang arah seni kontemporer Indonesia.
Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dapat diakses melalui kontak resmi panitia di email curator@artsubs.co atau WhatsApp yang telah disediakan.
Dengan tenggat yang semakin dekat, ARTSUBS 2026 menantang para seniman untuk melangkah—melintasi batas, berdiri di ambang, dan berani menuju seberang. (Christian Saputro)




