SEMARANG – Mimpi untuk meniti karier global atau melanjutkan studi di benua Eropa kian terbuka lebar bagi generasi muda Sumatera dan Indonesia. Hal ini terlihat dari seremoni penyerahan diploma DELF–DALF (Diplôme d’Études en Langue Française dan Diplôme Approfondi de Langue Française) sesi November 2025 yang digelar Institut français d’Indonésie (IFI) bekerja sama dengan Alliance Française Semarang, Jumat (10/4/2026).
Acara Remise des Diplômes yang berlangsung khidmat di Alliance Française Semarang ini menjadi bukti nyata meningkatnya minat pelajar dan profesional terhadap penguasaan bahasa Prancis. Puluhan peserta dari berbagai jenjang, mulai kategori junior scolaire hingga dewasa, tampil bangga setelah resmi dinyatakan lulus ujian kompetensi yang menguji empat keterampilan utama: menyimak, membaca, menulis, dan berbicara.
Direktur Alliance Française Semarang, Kiki Martaty Wijaya, menyebut pencapaian ini sebagai buah dari ketekunan luar biasa. “Ini bukan sekadar seremoni pembagian kertas, melainkan perayaan atas semangat pantang menyerah. Diploma ini adalah mahkota dari proses belajar yang panjang,” ujar Kiki di hadapan para wisudawan dan keluarga mereka.
Kiki menekankan bahwa sertifikasi resmi dari Kementerian Pendidikan Prancis yang berlaku seumur hidup ini merupakan “tiket emas” bagi pemegangnya. “Dengan nilai liberté, créativité, dan diversité, penguasaan bahasa ini membuka cakrawala baru. Ini adalah gerbang awal untuk melangkah lebih jauh, baik dalam dunia profesional maupun mengejar beasiswa studi lanjut di Prancis,” tambahnya.
Acara semakin menarik dengan sesi khusus secara daring yang menghadirkan Agung Riantiarno dari IFI Yogyakarta. Melalui koneksi video live, Agung memaparkan peluang pendidikan terkini di Prancis, termasuk jalur beasiswa yang semakin aksesibel bagi talenta muda Indonesia. Kehadiran virtual ini menunjukkan kuatnya jaringan IFI dalam menjangkau aspirasi peserta dari berbagai daerah, termasuk Sumatera.
Suasana hangat tercipta lewat sesi interaktif dan permainan budaya yang melibatkan peserta dan pengajar. Bagi para penerima diploma, momen ini sangat dinantikan sejak pengumuman kelulusan pada Desember 2025 lalu. Mereka menilai sertifikat DELF–DALF yang diakui internasional ini bukan hanya validasi kemampuan bahasa, tetapi juga kunci daya saing di panggung global.
Kegiatan ini menegaskan komitmen berkelanjutan Institut français d’Indonésie dan Alliance Française dalam mendorong penguasaan bahasa asing sebagai instrumen diplomasi budaya dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. (Christian Saputro)




