SEMARANG — Aroma rempah, jejak tradisi, dan ingatan tentang pangan Nusantara bertemu dalam yang resmi dibuka di Museum Ranggawarsita, Selasa (6/5/2026). Pameran budaya berskala nasional itu dibuka langsung oleh Restu Gunawan dan menjadi ruang pertemuan museum, komunitas budaya, hingga pelaku ekonomi kreatif dari berbagai daerah di Indonesia.
Mengusung tema “Rupa, Warna, Rasa Nusantara: Pangan dalam Jejak Budaya, dari Warisan Leluhur Menuju Pangan Masa Depan”, pameran ini menghadirkan narasi tentang bagaimana makanan tidak hanya dipahami sebagai kebutuhan sehari-hari, tetapi juga bagian dari identitas budaya bangsa.
Kepala , AR Hanung Triyono, mengatakan museum harus menjadi ruang hidup yang mampu menghubungkan masa lalu dengan masa depan.
“Pangan menyimpan sejarah panjang tentang cara hidup masyarakat Nusantara. Ada nilai spiritual, teknologi tradisional, hingga pengetahuan lokal yang diwariskan lintas generasi,” ujar Hanung dalam laporannya.
Menurutnya, pameran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem budaya yang lebih terbuka dan dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda. Museum, kata dia, tidak lagi cukup hanya menjadi tempat penyimpanan artefak, tetapi juga harus menjadi ruang edukasi, dialog, dan kreativitas.
Sejumlah museum dan institusi budaya nasional turut ambil bagian dalam expo tersebut, di antaranya Monumen Pers Nasional, Museum Radya Pustaka, Museum Keris Nusantara, Museum Tosan Aji, Museum RA Kartini, Museum Geologi, serta Museum Bank Indonesia.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang mewakili Gubernur Jawa Tengah menilai museum memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pariwisata daerah.
“Museum punya nilai hiburan sekaligus edukasi. Orang datang bukan hanya melihat benda lama, tetapi menikmati keindahan dan memahami nilai budaya yang hidup di masyarakat,” katanya.
Menurut Sumarno, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini tengah memperkuat sektor wisata budaya sebagai salah satu strategi meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran wisatawan dinilai mampu menggerakkan konsumsi masyarakat, mulai dari kuliner hingga sektor UMKM.
Dalam arahannya, Restu Gunawan menegaskan pentingnya revitalisasi museum di berbagai daerah. Ia menyebut Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi dengan kekayaan warisan budaya terbesar di Indonesia.
“Warisan budaya di Jawa Tengah sangat besar. Tinggal bagaimana pengelolaan dan konektivitasnya diperkuat agar semakin menarik bagi publik,” ujarnya.
Pameran diharapkan menjadi ruang kolaborasi budaya sekaligus memperkuat posisi museum sebagai pusat pengetahuan, wisata, dan penggerak ekonomi kreatif di Indonesia. (Christian Saputro)




