SEMARANG – Semangat berbagi yang telah dirawat selama satu dekade oleh gerakan Kantin Kebajikan terus menunjukkan vitalitasnya. Setelah sepuluh tahun konsisten menjadi ruang sosial yang menghadirkan kehangatan bagi masyarakat, gerakan ini kini “berbiak” dengan membuka titik layanan baru di lingkungan Klenteng TITD Hok Sing Bio, kawasan Bugangan, sejak April 2026.
Kehadiran Kantin Kebajikan di Bugangan menjadi penanda penting bahwa nilai kepedulian sosial masih hidup dan terus menemukan jalannya di tengah dinamika masyarakat perkotaan. Lebih dari sekadar menyediakan makanan gratis atau bersubsidi, Kantin Kebajikan telah bertransformasi menjadi ruang perjumpaan lintas latar belakang yang dipersatukan oleh semangat kemanusiaan.
Di tempat sederhana tersebut, semangkuk makanan disajikan bukan hanya untuk mengenyangkan perut, tetapi juga untuk menghadirkan rasa diterima dan diperhatikan. Setiap porsi yang dibagikan membawa pesan kuat bahwa kebaikan dapat tumbuh dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten.
“Semoga semuanya dilancarkan dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” ungkap pengelola Kantin Kebajikan, menyiratkan rasa syukur atas berkembangnya gerakan tersebut.
Program yang digelar setiap Kamis mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai itu kini telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sosial di lingkungan Klenteng TITD Hok Sing Bio. Kehadirannya mendapat sambutan hangat dari warga sekitar, yang memandang Kantin Kebajikan bukan sekadar tempat makan, melainkan simbol gotong royong dan solidaritas sosial yang nyata.
Selama sepuluh tahun berjalan, Kantin Kebajikan dikenal konsisten merawat semangat berbagi tanpa memandang latar belakang agama, etnis, maupun status sosial. Dari meja-meja sederhana itulah tumbuh harapan bahwa kepedulian tetap menjadi pilar penting dalam kehidupan bersama. Dengan bertambahnya titik pelayanan di Bugangan, Kantin Kebajikan diharapkan terus berkembang dan menginspirasi lahirnya lebih banyak ruang-ruang sosial serupa di Kota Semarang.
Kolaborasi Lintas Iman dan Budaya
Founder Kantin Kebajikan, Agung Kurniawan, menyatakan bahwa kerja sama dengan TITD Hok Sing Bio merupakan langkah kecil namun bermakna dalam merawat semangat kemanusiaan.
“Bagi kami, Kantin Kebajikan bukan sekadar tentang membagikan makanan. Lebih dari itu, ini adalah upaya menjaga nilai gotong royong, welas asih, dan kebersamaan agar tetap hidup di tengah kehidupan kota yang terus bergerak cepat,” ujar Agung, Selasa (6/5/2026).
Agung menekankan bahwa kebaikan yang dilakukan bersama akan memiliki daya hidup yang panjang. Ia mengapresiasi keterbukaan TITD Hok Sing Bio yang menyediakan ruang kolaborasi sebagai bagian dari pelayanan sosial bagi masyarakat luas. “Kami bersyukur TITD Hok Sing Bio membuka ruang kolaborasi ini. Semoga langkah sederhana ini dapat terus bertumbuh, memberi manfaat yang nyata, dan menginspirasi semakin banyak pihak untuk ikut merawat kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.
Senada dengan Agung, Cik Djoen, Komandan Pelayan Kantin Kebajikan, menilai bahwa kehadiran kantin di klenteng tersebut adalah langkah penuh makna untuk melayani masyarakat dengan hati tulus.
“Semangkuk makan siang yang dibagikan setiap hari Kamis bukan sekadar makanan, melainkan tanda bahwa masih ada perhatian, kasih, dan kepedulian di tengah kehidupan sehari-hari,” kata Cik Djoen.
Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh relawan, donatur, dan masyarakat yang telah mendukung perjalanan Kantin Kebajikan, khususnya keluarga besar TITD Hok Sing Bio. “Semoga semangat berbagi ini terus berbiak, menghadirkan manfaat, dan menjadi pengingat bahwa kebaikan selalu bisa dimulai dari hal sederhana: melayani sesama dengan hati,” pungkasnya.
Dengan model kolaborasi seperti ini, Kantin Kebajikan membuktikan bahwa isu sosial dapat dijembatani melalui aksi nyata yang inklusif, memperkuat kohesi sosial di tengah keberagaman Kota Semarang. (Christian Saputro)




