SEMARANG — Perkoempoelan Boen Hian Tong kembali menghidupkan makna tradisi lintas budaya melalui gelaran “Ceng Beng Gus Dur 2026”. Kegiatan ziarah yang akan berlangsung pada 18–19 April 2026 ini mengajak masyarakat luas untuk menapaki perjalanan spiritual sekaligus refleksi kebangsaan di makam Abdurrahman Wahid di Jombang, Jawa Timur.
Ketua Boen Hian Tong, Harjanto Halim, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang perjumpaan nilai-nilai kemanusiaan. Tradisi Ceng Beng yang selama ini identik dengan penghormatan kepada leluhur, diperluas menjadi momentum merawat ingatan kolektif bangsa—khususnya teladan pluralisme yang diwariskan Gus Dur.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak hanya berziarah, tetapi juga belajar. Gus Dur adalah simbol keberagaman dan keberanian merawat kemanusiaan,” ujarnya.
Rombongan peserta akan diberangkatkan dari Gedung Boen Hian Tong, Gang Pinggir, Semarang. Selama dua hari perjalanan, panitia telah menyiapkan fasilitas lengkap, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga konsumsi. Peserta juga akan mendapatkan perlengkapan kegiatan serta kesempatan mengikuti wisata sejarah di sekitar Jombang.
Program ini terbuka untuk umum dengan biaya partisipasi sebesar Rp1.350.000 per orang. Panitia memberikan sejumlah keringanan, seperti potongan harga bagi mahasiswa, diskon bagi peserta lama, serta harga khusus untuk pendaftaran kelompok. Skema ini diharapkan mampu mendorong partisipasi lintas komunitas dalam semangat kebersamaan.
Selain menjadi perjalanan spiritual, kegiatan ini juga dipandang sebagai jembatan antarbudaya. Nilai-nilai yang dihidupi Abdurrahman Wahid—tentang toleransi, keadilan, dan penghormatan terhadap perbedaan—diharapkan dapat terus menginspirasi generasi muda di tengah dinamika zaman.
Pendaftaran telah dibuka dan masyarakat yang berminat dapat menghubungi panitia melalui kontak berikut:
Kontak Person: Ulin (0851-2278-7877)
Ling Ling (0819-0166-5738)




