Oleh Mahasiswa KKNT Tim 17 UNDIP Dukung Pengelolaan Air Pertanian
Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 17 Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan penentuan kondisi air di Desa Kalisidi sebagai bagian dari upaya mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan untuk sektor pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap pentingnya ketersediaan dan kualitas air irigasi dalam menunjang produktivitas lahan pertanian serta keberlanjutan sistem pertanian desa.
Dalam pelaksanaannya, Tim KKNT 17 UNDIP melakukan pemetaan jaringan irigasi yang ada di Desa Kalisidi. Pemetaan ini mencakup identifikasi sumber air dan jalur distribusi air irigasi menuju lahan pertanian. Peta jaringan irigasi yang dihasilkan memberikan gambaran menyeluruh mengenai sistem irigasi desa, sehingga dapat digunakan untuk memahami alur distribusi air, titik-titik rawan kebocoran atau kerusakan, serta area yang membutuhkan perhatian khusus dalam pengelolaan irigasi.
Selain pemetaan jaringan irigasi, Tim KKNT 17 UNDIP juga melakukan penilaian terhadap kondisi kualitas air irigasi. Analisis kualitas air dilakukan untuk mengetahui kelayakan air yang digunakan dalam kegiatan pertanian serta potensi pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman dan kondisi tanah. Informasi ini menjadi penting karena kualitas air irigasi memiliki peran langsung dalam menjaga kesuburan lahan dan hasil pertanian dalam jangka panjang.
Hasil analisis kondisi kualitas air irigasi memberikan gambaran mengenai karakteristik air yang digunakan untuk mengairi lahan pertanian di Desa Kalisidi. Data ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam upaya pengelolaan air irigasi yang lebih baik, termasuk dalam menjaga kebersihan sumber air, meminimalkan potensi pencemaran, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi sumber daya air.
Seluruh hasil kegiatan kemudian disusun dan disajikan dalam bentuk peta jaringan irigasi dan informasi kondisi kualitas air irigasi. Output ini dirancang agar mudah dipahami dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan referensi oleh pemerintah desa, kelompok tani, serta pihak terkait lainnya. Dengan adanya data yang tersusun secara sistematis, perencanaan pengelolaan irigasi dapat dilakukan secara lebih terarah dan berbasis data lapangan.
Melalui kegiatan penentuan kondisi air di Desa Kalisidi ini, Tim KKNT 17 Universitas Diponegoro berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengelolaan sumber daya air yang efektif dan berkelanjutan. Hasil kegiatan ini diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan desa, serta menjadi bagian dari perencanaan pembangunan desa yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. (*)




